Tutup Layanan Umum, Gedung Jantung RSUD Bangil untuk Tangani Covid-19

1904
Gedung jantung dan paru RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Bangil (WartaBromo.com) – Berbagai langkah dilakukan Pemkab Pasuruan untuk menangani Covid-19 yang saat ini angkanya mencapai 10 kasus positif.

Kecukupan ruang perawatan dan isolasi pun menjadi tuntutan yang wajib dipenuhi. Karena itu, Pemkab memutuskan menutup gedung jantung untuk umum dan mengalihkannya untuk penanganan pasien Covid-19.

Anang Saiful Wijaya, juru bicara Satgas mengatakan, penutupan itu dilakukan sejak PDP pertama masuk ke rumah sakit pada tanggal 24 Maret 2020.

“Untuk saat ini akses di poli jantung sudah ditutup, jadi pemeriksaan pasien jantung sudah tidak ada,” ungkap Anang, Senin (13/04/2020).

Bukan tanpa alasan gedung yang mempunyai 2 lantai ini dipilih sebagai ruang isolasi. Anang menjelaskan, alasan itu dikarenakan ruang isolasi harus mempunyai tekanan negatif.

Baca Juga :   Bikin Ribut di Warung Kopi, Pemuda asal Lekok Dimassa

Oleh sebab itu, untuk saat ini RSUD memiliki 2 jenis pasien berbeda. Pertama pasien umum, dan kedua pasien dalam penanganan Covid-19.

Di sisi lain, dr. Agung Basuki Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan menjelaskan sebanyak 51 tempt tidur (TT) telah disiapkan di RSUD Bangil untuk penanganan wabah ini.

“Sementara kapasitas segitu, tapi rencananya akan kami tambah setidaknya sampai 83 TT,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Pasuruan sendiri sebanyak 10 pasien telah dinyatakan positif terkena korona. Sementara ODP bertambah menjadi 91 orang dan PDP tetap 26 orang. (nul/asd)