Ini Kata WHO Terkait Vaksin BCG untuk Tangkal Corona

2401

Pasuruan (Wartabromo.com) – Upaya mengehentikan penularan Coronavirus Disease (Covid-19) coba dilakukan berbagai negara. Salah satu yang sempat ramai adalah pemberian vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG).

Sebagaimana diketahui, vaksin BCG ini untuk melindungi diri dari tuberkulosis (TB), yaitu penyakit infeksi yang menyerang paru-paru. Biasanya, vaksin BCG diberikan pada bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan.

Ambil saja contoh di Australia. Ribuan tenaga medis di Australia diketahui menjalani imunisasi vaksin BCG. Tujuannya, untuk melindungi diri dari infeksi Covid-19, agar dapat kembali bekerja lebih cepat.

Sayangnya, Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) tidak merekomendasikan penggunaan vaksin BCG.

“In the absence of evidence, WHO does not recommend BCG vaccination for the prevention of #COVID19. WHO continues to recommend neonatal BCG vaccination in countries or settings with a high incidence of #tuberculosis,” tulis WHO dalam akun Twitter resminya.

Jika diterjemahkan, kira-kira begini bunyinya,

Baca Juga :   Butuh Rp16 Miliar Untuk Tangani Covid-19, Pemkot Probolinggo Bidik Perdin Dewan

“Dengan tidak adanya bukti, WHO tidak merekomendasikan vaksinasi BCG untuk cegah COVID-19. WHO tetap merekomendasikan vaksinasi BCG ini untuk bayi di negara yang tingkat kejadian tuberkulosisnya tinggi.”

Menurut WHO, vaksin BCG digunakan untuk mencegah infeksi tuberkulosis parah pada anak-anak. Apabila terdapat pengalihan suplai lokal, kemungkinan bayi tidak bisa imunisasi. Bahkan, tindakan itu dapat meningkatkan angka penyakit dan kematian akibat tuberkulosis.

Saat ini, dua uji klinis terkait manfaat vaksin BCG terhadap Covid-19 sedang dilakukan. WHO memastikan akan mengevaluasi rekomendasi ketika hasil dua uji klinis keluar. (bel/may)