Diyakini Bertahan, 3 Kecamatan Masuk Zona Hijau dalam Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Pasuruan

7148

Pasuruan (WartaBromo.com) – Daftar orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan (ODP-PDP) di Kabupaten Pasuruan bertambah. Kondisi ini membuat tanda dan status sebaran Covid-19 berubah.

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menyampaikan telaahnya setelah serangkaian tracing dan tracking terhadap pasien positif corona dilakukan dengan mengungkapkan, saat ini ada 10 kecamatan ditetapkan dalam zona merah.

Kecamatan termasuk zona merah tersebut di antaranya Bangil, Beji, Gempol, Gondangwetan, Kraton, dan Lumbang. Selanjutnya ada Kecamatan Prigen, Purwodadi, Puspo, serta Kecamatan Rembang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Anang Saiful Wijaya menambahkan, saat ini juga terdapat perubahan status wilayah zona kuning yang dicatatkan pada 11 kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

Beberapa kecamatan dimaksud adalah Grati, Lekok, Nguling, Pandaan, bahkan Pohjentrek. Selain itu, tanah kelahiran Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yakni Kecamatan Purwosari pun masuk zona kuning, berlanjut Kecamatan Sukorejo.

Zona hati-hati ini juga dicatat Satgas Covid-19 pada Kecamatan Rejoso,Tosari, Winongan, hingga Kecamatan Wonorejo.

Baca Juga :   Pemkab Pasuruan Siapkan Infrastruktur Penunjang Candi Sumber Tetek

“Menyisakan 3 kecamatan yang berstatus zona hijau Covid-19. Yakni Kecamatan Pasrepan, Kejayan, dan Tutur,” terang Anang di Posko Penanganan Covid-19, Rabu (15/4/2020).

Wonorejo sedianya masuk dalam zona hijau. Namun setelah 1 dari 4 PDP merupakan warga Wonorejo, kecamatan tempat bermukim Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron tersebut, oleh Satgas terpaksa diubah menjadi kuning.

Hal serupa juga pada Kecamatan Pohjentrek yang hingga kemarin masih berstatus hijau, kini sudah berganti status menjadi kuning, setelah 6 warga berstatus ODP.

Peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Pasuruan per 15 April 2020.

Kilas data terkini kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan diketahui terdapat tambahan 4 orang kategori PDP, sehingga angkanya menjadi 31 orang, lebih banyak dari rilis sebelumnya yakni 27 orang.

Mereka merupakan pasien rujukan Puskesmas berasal dari Kecamatan Bangil, Gondangwetan, Beji, dan Kecamatan Wonorejo.

“Kebetulan PDP baru ini merupakan pasien yang datang ke Puskesmas karena memiliki keluhan yang mengarah pada gejala Covid-19, yakni demam, batuk pilek disertai sesak nafas, dan seluruhnya sudah berada di RSUD Bangil,” kata Anang.

Baca Juga :   Dua Kelompok Warga Bentrok, hingga Pemkab Probolinggo Akan Membuka 5 Destinasi Wisata Alam | Koran Online 1 Juli

Data rincian Satgas terungkap, 31 PDP terdiri dari 15 orang negatif (swab test), dengan keterangan 12 orang pulang dari RSUD Bangil, dan 3 orang pulang dr RSSA Malang.
Kemudian 6 orang diyakini negatif (swab test) dan pulang dari RSUD Bangil pada 14 April.

Sedangkan 4 orang masuk daftar pasien dalam pengawasan yang baru, kini sudah diisolasi di RSUD Bangil. Kemudian 3 orang negatif (rapid test) juga tetap dilakukan isolasi di RSUD.

PDP  meninggal dunia terdapat 3 orang, yang kesemuanya ditegaskan negatif (swab test). Ketiga pasien meninggal, 2 orang merupakan warga Prigen dan seorang lainnya asal Lekok.

Jumlah ODP Covid-19 di Kabupaten Pasuruan juga terdapat perubahan, dari sebelumnya 106 orang bertambah 24 orang sehingga sekarang terkumpul data sebanyak 130 orang.

Dijelaskan, 24 orang masuk daftar ODP tersebut berasal dari Kecamatan Beji (4 orang), Kraton (1 orang), Pandaan (5 orang), bahkan Pohjentrek (6 orang).  ODP juga berasal dari Prigen (5 orang), Puspo (1 orang), Winongan (1 orang), dan Kecamatan Grati (1 orang).

Baca Juga :   Mediasi PHK Gegara WhatsApp: Nasib Ratusan Karyawan Pabrik Flow Terkatung-katung

Perubahan ODP menjadi lebih banyak setelah upaya tracing dan tracking dilakukan oleh seluruh petugas dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan tetap 10 orang, dan sampai kini diputuskan diisolasi di RSUD Bangil.

Anang meminta kepada seluruh masyarakat se-Kabupaten Pasuruan untuk selalu menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), jaga jarak atau physical distancing, menghindari keramaian,

Dingatkan juga warga harus memakai masker ketika berada di luar rumah, rajin mencuci tangan sebelum menyentuh makanan dan minuman.

“Serta sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar Covid-19 segera hilang,” pungkas Anang. (mil/ono)