Hadapi Wabah, Polres Pasuruan Ganti Kasat Reskoba dan Lukir Sejumlah Kapolsek

1537

Pasuruan (wartabromo.com) – Sejumlah pejabat perwira di lingkungan Polres Pasuruan dilukir. Salah satunya adalah jabatan Kasat Reskoba.

Dari data tercatat 17 perwira pada Selasa (21/4/2020) pagi, mengikuti upacara serah terima jabatan di halaman Mapolres Pasuruan. Dari jumlah tersebut bisa diungkapkan, 3 pejabat terbilang baru, merupakan pindahan dari Polda Jatim.

Di antara belasan perwira itu, AKP Sugeng Prayitno melepas posisi Kasat Reskoba untuk bertugas ke Kejayan sebagai Kapolsek. Jabatan bertugas oprak-oprak perkara narkotika dan obat-obatan terlarang itu diganti oleh AKP Ximenes Dominggus, yang sebelumnya sebagai Kapolsek Nguling.

Lalu ada AKP Cahyo Widodo dari jabatan Kapolsek Pasrepan diminta meluncur ke sisi paling barat Kabupaten Pasuruan menjadi Wakapolsek Gempol.
Sedangkan posisi Kapolsek Pasrepan diisi oleh AKP Supriyadi, yang sebelumnya Kapolsek Sukorejo.

Jabatan Kapolsek Sukorejo, kini berpindah ke AKP Sukiyanto, sehingga harus meninggalkan Polsek Nongkojajar tempat bertugas sebelumnya. Kemudian, untuk mengisi posisi Kapolsek Nongkojajar, AKP Djoko Sutrisno diminta pindah tugas dari Puspo.

Selanjutnya, AKP Saiful Anam, Kanit Binmas Polsek Beji naik mengisi jabatan Kapolsek Puspo. Perwira yang pindah juga terhadap AKP Sumaryanto dari Kapolsek Kejayan ke Purwodadi.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan saat memberi arahan dalam upacara serah terima jabatan menegaskan, mutasi merupakan suatu hal yang wajar di lingkungan Polri.

Menurutnya perpindahan jabatan biasa terjadi, bahkan harus terjadi, sebagai sarana memelihara dinamika organisasi.

“Itu juga merupakan proses pemantapan kepemimpinan, promosi dalam rangka pembinaan karier personel itu sendiri,” kata Rofiq.

Kepada pejabat yang menduduki jabatan baru sebagai pejabat utama maupun Kapolsek jajaran Polres Pasuruan, Rofiq pun memerintahkan agar segera menyesuaikan diri. Memahami tugas pokok dan lakukan pemetaan karakteristik di wilayah masing-masing.

“Mengingat saat ini kita dihadapkan dengan ops kemanusiaan dampak dari Covid-19, tidak ada lagi istilah belajar, langsung bekerja sesuai pada tataran rule dan status masing-masing,” tandas Rofiq. (ono/ono)

.

.

.

.

.

.

.