Setelah 8, Pasien Positif di Lumajang Jadi 10

1170

Lumajang (WartaBromo.com) – Pasien positif corona di Lumajang per Rabu (22/4/2020) dicatat ada 2 orang. Masing-masing merupakan jemaah umrah dan ASN yang ikut dalam pelatihan haji di Sukolilo, Surabaya.

“Kita sudah mendapat data dari Kemenkes dan Pemprov Jatim. ODP di Lumajang sejumlah 313, PDP 37 orang. Lalu positif corona bertambah 2. Dari yang sebelumnya 8 orang, saat ini menjadi 10 orang,” ujar Thoriqul Haq, Bupati Lumajang dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2020).

Positif corona pertama yang dicatat hari ini yakni SK (72) dari Kecamatan Tempeh. Ia merupakan rombongan jemaah umrah travel Banyuwangi.

“SK pada tanggal 14 Maret 2020 mengeluhkan beberapa gejala bronkitis (batuk) dan rawat inap di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Statusnya ketika masuk RS adalah ODP, karena jadi bagian dari kluster jemaah umrah,” lanjutnya.

Lalu 3 hari kemudian, pasien dinyatakan sembuh setelah kondisi kesehatan dinyatakan membaik. Ia pun dipulangkan dari rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Namun kemudian, dilakukan tes swab pada 13 April 2020 kepada SK dan juga suami. Hasilnya, SK dinyatakan positif, sementara suaminya negatif. Ia kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah, karena tak mengalami sakit atau gejala kesehatan.

“Yang kedua AQ (52) asal Kecamatan Lumajang. ASN di salah satu institusi yang ada di kabupaten Lumajang. AQ ikut kelas di Sukolilo pada 8-9 maret 2020,” ujar Cak Thoriq.

Setelah dilakukan rapid tes, AQ dinyatakan negatif virus corona. Namun kemudian, Pemprov Jatim melakukan swab kepada AQ dan seluruh peserta pelatihan di Sukolilo. Dari hasil swab diketahui AQ positif corona.

“Saat ini kondisi AQ sehat tanpa gejala. Tanpa ada indikasi medis. Saat ini telah melakukan bekerja dari rumah dan isolasi mandiri di rumah,” tambahnya.

Pemkab Lumajang kemudian akan melakukan penulusuran dengan 2 pasien ini. Khususnya AQ yang sempat masuk kerja ke kantornya. Rencananya, akan dilakukan pengawasan ketat di lingkungan kantor AQ. Pemeriksaan terhadap rekan yang pernah berinteraksi hingga pemberlakuan bekerja di rumah untuk sementara waktu. (may/ono)