Dampak Corona, Jasa Bersih-Bersih Makam Sepi

709

Pasuruan (wartabromo.com) – Merebaknya virus corona membuat berbagai usaha dan jasa mengalami penurunan pemasukan. Tak terkecuali jasa bersih-bersih makam di bulan Ramadan yang sepi.

Ziarah dan bersih-bersih makam saat Ramadan menjadi tradisi warga di Kota Pasuruan. Tak jarang para peziarah ini juga memanfaatkan jasa bersih-bersih makam yang bayarannya juga seikhlasnya.

Muhammad Imron, salah seorang tukang bersih-bersih makam di TPU 1 Purutrejo menceritakan jika pemasukannya menurun tahun ini.

“Sepi, beda sama tahun-tahun kemarin, yah karena ada virus korona ini,” ujar Imron kepada wartabromo.com.

Imron mengatakan, peziarah yang datang ke TPU Purutrejo juga tak seramai tahun sebelumnya. Meski masih ada saja orang yang datang untuk berziarah, namun memilih membersihkan makam keluarganya sendiri.

Seperti yang dilakukan Indra Bagus, peziarah di makam Purutrejo. Ia masih melakukan tradisi bersih-bersih meski sekarang menjadi lebih hati-hati lagi.

“Walaupun kita melakukan tradisi bersih-bersih dan berziarah, kita harus tetap memakai masker,” katanya.

Disisi lain, penjual bunga di area makam juga merasakan dampak corona. Bedanya, Ia kesulitan mencari bunga sejak virus mewabah. Sehingga harga jual menjadi lebih tinggi dari biasanya. Padahal meski sepi pembeli, ada saja yang mencari bunga untuk nyekar.

“Banyak pembeli, malah habis dahulu, padahal masih banyak yang mencari, harganya memang lebih mahal,” kata Khalimah.

Sekadar diketahui, Kota Pasuruan masuk dalam zona merah corona. Tercatat sudah ada 3 orang yang terinfeksi virus corona, salah satunya meninggal dunia. (don/may)