Positif Corona di Lumajang Jadi 12 Orang, Tambahan Mahasiswi dan Pelajar

2778
Thoriqul Haq, Bupati Lumajang saat konferensi pers. Foto : Kominfo Lumajang.

Lumajang (WartaBromo.com) – Pasien positif corona di Lumajang bertambah menjadi 12 orang. Ada 2 tambahan pasien yakni mahasiswa dan pelajar.

“Kita juga ada tambahan atas hasil swab yang telah dilakukan. Kita bertambah 2 positif corona. Jadi totalnya positif corona di Kabupaten Lumajang 12 orang,” jelas Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.

Dua pasien positif corona yakni berinisial RR (22) dan SR (16). RR merupakan mahasiswi asal Kecamatan Padang, Lumajang yang diduga terkena paparan corona setelah melakukan perjalanan Lumajang-Malang dengan travel.

“RR mahasiswa yang ada di Malang dan sering menggunakan kendaraan angkutan travel Lumajang-Malang. RR berpergian dari Malang pada tanggal 25 Maret 2020,” jelasnya.

Mahasiswi ini kemudian memeriksakan kesehatan setelah mengalami demam. Ia sempat menjalani perawatan di Puskesmas Padang karena demam selama 8 hari, disertai nyeri perut dan mual.

Kemudian pada 12 April, RR dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Ia kemudian menjalani perawatan dan sempat dilakukan rapid tes.

“Dilakukan rapid pada 12 April, dan hasilnya negatif. Kemudian pada tanggal 13 April dilakukan swab dan hari ini telah keluar hasil swabnya dari Lab Kemenkes, hasilnya adalah positif,” tambah Cak Thoriq.

Saat ini RR sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Sebab, setelah dilakukan perawatan, RR dipulangkan karena sudah sembuh. Pemkab Lumajang rencananya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait RR dan diisolasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Sementara itu, pasien positif Covid-19 berikutnya adalah SR asal Kecamatan Sukodono. Pelajar SMP ini mulanya merupakan Pasien dalam Pengawasan (PDP) setelah melakukan liburan bersama keluarga di luar kota.

“Melakukan rawat inap di RSUD dr. Haryoto pada 12 April dengan diagnosa demam berdarah. 17 april membaik secara klinis, sehingga diperkenankan bisa keluar dari RS. Karena dinyatakan awal sembuh di demam berdarah,” ujarnya.

Nah, saat dirawat itulah, SR sempat dirapid tes namun hasilnya negatif. Lalu keesokan harinya, petugas melakukan tes swab kepada SR dan dikirimkan ke Laboratorium Kemenkes Jakarta. Hasilnya, SR dinyatakan positif virus corona.

“Dari beberapa keterangan, SR pernah melakukan travelling ke luar kota bersama keluarga/saudara. Kami akan terus mendalami terkait riwayat SR, karena dalam proses pemeriksaan, tidak ada yang memastikan kegiatan-kegiatan sebelumnya. Indikasi ada keterangan yang disembunyikan. Tidak disampaikan pada dokter, sehingga tidak didapatkan keterangan lebih jelas,” tutup Cak Thoriq. (may/ono)