Ini 3 Tingkatan Puasa

1102

Pasuruan (Wartabromo.com) – Puasa Ramadan hakikatnya merupakan sarana pelatihan pengendalian nafsu. Terdapat 3 tingkatan puasa dapat dituliskan untuk mengurainya.

“Menurut Imam Ghazali, tingkatan puasa itu ada 3 tingkat,” tutur KH. Nurul Huda Muhammad, Ketua MUI Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskan, tingkatan pertama yakni puasa umum. Puasa umum adalah puasanya orang yang puasa perut saja. Anggota badan lain, seperti mulut, lisan, telinga tidak ikut puasa. Dengan kata lain, puasa dilaksanakan hanya untuk menggugurkan kewajiban.

Mata, tetap melihat kemaksiatan. Lisan, tetap berdusta, berkata kotor, ‘ngerasani’. Telinga pun, masih mendengar kemaksiatan.

Selanjutnya, tingkatan kedua adalah puasa khusus. Puasa satu ini merupakan puasanya orang yang perut dan bagian badannya ikut puasa. Puasa pada tingkat ini pahalanya utuh.

Baca Juga :   Tekan Peredaran Bahan Peledak, Polres Pasuruan Razia Mobil Boks

Menjaga mata, tidak melihat kemaksiatan. Menja lisan, agar tak sampai mengeluarkan ucapan-ucapan tidak baik seperti berdusta dan membicarakan keburukan orang. Telinganya pun tidak sampai mendengar kemaksiatan.

Terakhir, tingkat ketiga yakni puasa paling khusus. Pada tingkatan ini, seseorang tak hanya berpuasa perut dan badan, tetapi juga menjaga hati dari kemaksiatan.

Hatinya bersih dari sifat hasud, sombongan. Hatinya selalu dibuat ingat kepada Allah SWT. Karena merupakan tingkatan puasa oaling khusus, pahala puasa ini juga paling istimewa, tidak bisa dibayangkan.

“Mudah-mudahan kita dapat melaksanakan puasa Ramadan ini minimal puasa khusus. Juga, mudah-mudahan kita bisa meningkatkan puasa kita menjadi puasa paling khusus. Mohon pertolongan kepada Allah SWT, supaya puasa kita diterima Allah,” tutupnya. (bel/ono)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.