Pemkab-Pemkot Probolinggo Wacanakan PSBB

13119
Suasana dialog bersama Wali Kota dan Bupati Probolinggo. Foto: Bagian Protokol dan Komunikasi Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Pimpinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo duduk bareng membahas Covid-19. Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun diwacanakan.

Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari dan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bertemu membahas Covid-19. Pertemuan itu dilakukan di rumah dinas Bupati Probolinggo, jalan Ahmad Yani Kota Probolinggo, Rabu malam, 29 April 2020. Kedua pucuk pimpinan itu, masing-masing didampingi oleh sejumlah pejabat terasnya.

Juga hadir Komandan Kodim 0820/Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo, Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan dan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya. Tak ketinggalan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo dan Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib.

Dalam pertemuan itu, dibahas kemudahan untuk memperoleh akses data dan informasi terkait sebaran COVID-19 di dua daerah. Sebagai upaya mempercepat pengambilan keputusan dalam penanganannya. Apalagi ada warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo yang positif Covid-19 yang bekerja di RSUD Tongas, salah satu instansi milik Pemkab Probolinggo.

“Perkembangan sebaran Covid-19 selalu bertambah sehingga membutuhkan kerja sama dan sinergitas kedua belah pihak. Karena kita menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Apa yang terjadi di kabupaten juga berdampak di wilayah kota,” kata Bupati Tantri.

Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin meminta adanya transparansi informasi dan data. Pihak kabupaten menyerahkan data warga kota yang dikarantina, agar bisa ditelusuri (tracking) keluarganya. Begitu juga sebaliknya, kota akan menyerahkan data warga kabupaten yang dikarantina. Karena posisi kota berada di tengah kabupaten sehingga pasti berimbas.

“Ini harus dilakukan  bersama sehingga bisa melakukan kontrol dengan cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandas wali kota.

Wali kota menyadari dan memiliki kekhawatiran bila saja terdapat keterlambatan penanganan akan lebih merepotkan, karena jumlah tenaga medis terbatas.

“Kalau perlu ada grup khusus antara tim satgas covid 19 kota dan kabupaten guna mempermudah koordinasi,” imbuh Wali Kota Hadi.

Koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyebut ada wacana penerapan PSBB di Probolinggo Raya.

“Pertama yang dibahas adalah keterbukaan informasi. Pasca ada warga Ketapang yang bekerja di Tongas positif. Karena bagaimana kabupaten-kota saling bertukar informasi, bertukar data, karena warga kabupaten-kota ini, satu. Memang sempat dibahas, mentoknya PSBB, sehingga kita bareng-bareng,” kata Ugas, Kamis, 30 April 2020.

PSBB kata Ugas, merupakan langkah terakhir yang akan dipilih untuk menghentikan penyebaran virus corona. Selain penguatan cek poin di semua pintu masuk Kabupaten dan Kota Probolinggo. Juga penelusuran data pemudik yang masuk ke wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo.

“PSBB itu, tidak hanya Kabupaten dan Kota Probolinggo saja. Tapi daerah lain, kita koordinasi dengan Situbondo, Lumajang dan Pasuruan, kita ajak juga. Tapi mudah-mudahan tidak sampai PSBB lah. Tapi kalau melihat perkembangannya, bisa dilaksanakan nanti,” lanjut pria yang juga Kepala Bakesbangpol itu.

Sebagaimana langkah awal, Pemkab Probolinggo menetapkan 6 desa sebagai Kawasan Tertib Zona Merah Covid-19. Enam desa yang dimaksud adalah Desa Prasi, Kecamatan Gading; Desa Alas Pandan, Kecamatan Pakuniran; danDesa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton. Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan; Desa Taman Sari, Kecamatan Dringu dan Desa Bayeman, Kecamatan Tongas. Di enam wilayah tersebut, protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat.

“Dengan harapan bisa mencegah, tidak meluas dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Insyaallah, besok Desa Alas Pandan akan menerapkannya. Yang mengawali adalah Desa Prasi. Memang tergantung kesiapan desa masing-masing, namun saya sudah menekankan bawah awal Mei sudah menerapkan semua,” tandas mantan Camat Sumberasih itu. (saw/saw)