HIAS, Masker dan Uang Muka Rp 350 Juta

1209

 

Pasuruan (WartaBromo.com)- Kasak kusuk perihal uang muka pengerjaan 1 juta masker oleh Himpunan Asosiasi IKM-UKM (HIAS) mendapat kejelasan.

Ketua HIAS, Ridwan mengakui telah menerima DP alias uang muka pengerjaan masker tersebut. “Iya, awal pengerjaan dulu,” kata Ridwan.

Tak hanya Rp 350 juta yang dicairkan sebagai uang muka. Saat pengiriman masker pada Selasa lalu, juga langsung dibayar.

Jika ditotal, lanjut Ridwan, Rp 850 juta telah masuk ke HIAS. Rinciannya, Rp 350 merupakan DP, sedangkan Rp 500 juta dari pembayaran 154 ribu masker.

Ridwan lantas menceritakan bagaimana proses pembuatan masker di HIAS. Mulai dari awal ketika order didapat hingga proses pengiriman.

Dikatakannya, begitu mendapat order 1 juta masker masuk ke HIAS, pihaknya langsung berkoordinasi dengan para anggota. “Kami punya 12 anggota asosiasi,” kata Ridwan.

Baca Juga :   Seleksi CPNS: 667 Pelamar Pemkab Pasuruan Tak Lulus Administrasi

Dikatakan Ridwan, 1 juta masker merupakan angka yang besar. Karena itu, para anggota lantas patungan untuk membeli bahan baku. “Kami yang modali awal. Terus kita setor sedikit baru turun Rp 350 juta,” terang Ridwan.

Ridwan mengatakani di belakang 12 asosiasi itu, masih ada simpul-simpul koordinator yang membawahi para penjahit. Menurut Ridwan, jika perkiraannya, ada lebih dari 2 ribu orang terlibat dalam pembuatan masker ini.

Namun begitu, untuk bahan, semua dipasok dari HIAS. Menurutnya, setelah dipotong sesuai ukuran, kain lantas didistribusikan ke masing-masing kelompok UKM guna dijahit.

Tidak ada pembatasan atau pengaturn kuota. UKM yang memiliki jam terbang tinggi berkesempatan menyelesaikan lebih banyak masker.

Baca Juga :   Anggaran Membengkak Rp4 M untuk Pilkades Serentak di Tengah Pandemi

“Jadi semuanya punya hak. Kami tidak membatasi. Karena kadang dibagi, ternyata kemampuannya tidak sampai. Siapa yang nampu cepat, ya kita kasih,” jelas Ridwan.

Untuk lokasi penyablonan, ada tiga tempat. Masing-masing di Gempol, Pandaan dan Sukorejo. “Ada 17 anak yang bagian motong. Distribusinya masing-masing asosiasi,” lanjutnya. (nul/asd)