Klarifikasi Dinas, Anggota Dewan Ini Sampai Gebrak Meja di Rapat Pansus

2064
TUNTUT PENJELASAN: Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudy Hartono sempat menggebrak meja saat meminta klarifikasi kepada dinas atas pencatutan namanya dalam daftar 33 nama pembuat masker di rapat Pansus, Sabtu (9/05/2020).

Pasuruan (WartaBromo.com)- Ketegangan sempat mewarnai rapat Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan bersama Dinas Koperasi (Dinkop) dan Disperindag, Sabtu (9/05/2020) malam.

Dengan nada bicara yang cukup keras, Rudy Hartono, anggota Komisi I meminta pihak dinas memberikan klarifikasi atas munculnya dirinya dalam daftar pembuat masker.

“Saya ingin tahu, pernahkan kami minta jatah-jatah seperti itu. Harus di-clearkan. Demi Allah saya tidak pernah main-main seperti itu, minta jatah (pengadaan) masker,” kata Rudy sembari menggebrak meja.

Rudy mengatakan, sebelumnya pihaknya memang sempat dihubungi salah satu IKM asal Grati perihal pengadaan masker. Olehnya, yang bersangkutan kemudian diarahkan ke dinas.

“Kalau kami mengarahkan, memberi informasi ke IKM, apa salah? Itu bagian dari tugas kami. Tapi sebatas memberi info. Kami tidak pernah mengontak dinas, apalagi mengintervensi,” kata Rudy setengah teriak.

Sekali lagi, menggebrak meja. Sembari itu, ia meminta pihak dinas menjelaskan ihwal munculnya list pembuat masker non IKM-UKM yang dinilainya mencoreng lembaga parlemen.

“Harus diperjelas. Media yang ada disini juga biar bisa mendengarkan. Karena ini menyangkut nama baik, nama kita yang ada di parlemen karena dituduh kongkalikong soal pengadaan masker ini,” terang Rudy.

Permintaan serupa disampaikan Agus Suyanto, anggota Komisi II yang oleh beberapa pihak sempat disinggung berada di pusaran pengadaan masker ini.

Dikatakannya, pemberitaan media yang menyebut dirinya menerima ploting pengadaan 1 juta masker itu dinilai sebagai fitnah.

“Tidak ada fakta atau bukti apa-apa bahwa saya terlibat. Media main tuduh dengan porsi pemberitaan yang begitu besar. Itu fitnah,” terang politisi PKB ini.

Permintaan yang sama disampaikan Elyas, anggota dewan lainnya. Pihaknya meminta dinas memberi klarifikasi yang utuh untuk mengurai persoalan.

Klarifikasi dimaksud terkait dengan munculnya data yang berisi nama 33 pembuat masker. Dari kalangan LSM, dewan hingga wartawan.

Menanggapi permintaan itu, Kadisperindag, Edi Suwanto menyatakan bila semua proses tahapan pengadaan masker sudab sesuai aturan.

“Sejauh ini yang kami lakukan sesuai dengan aturan main. Saya dan seluruh anggota tidak pernah menyatakan apa yang disampaikan bapak-bapak tadi,” kata Edi.

Edi menuturkan, sesuai data resmi yang dimilikinya, ada sekitar 467 UKM di HIAS yang ikut mengerjakan, serta 27 d luar hias. Monggo dicermati apakah di data itu ada nama Bapak? Kalau tidak ada maka itulah klarifikasi kami,” lanjut Edi.

Penjelasan serupa disampaikan Kadinkop Hasani. Menurutnya, sebagai wakil rakyat, merupakan hal yang wajar ketika ada angota dewan yang menghubungi untuk sekadar bertanya.

“Begitu program ini diluncurkan, lalu ada anggota dewan yang bertanya soal syaratnya seperti apa, itu wajar. Karena info itu untuk diteruskan ke mereka (UKM). Hanya sebatas itu, tidak ada titip titipan,” jelas Hasani.

Terpisah, Rudy Hartono mengakui dirinya tersulut emosi karena dituding ikut bermain dalam pengadaan masker. “Siapa yang ndak emosi. Wong saya ndak ikut apa-apa, lalu tiba tiba saya dituduh kongkalikong soal masker,” jelasnya. (asd/asd)