Sindir Pemkot Probolinggo, 3 Dewan Ini Rabat Jalan Brantas

939

Probolinggo (wartabromo.com) – Tiga anggota DPRD Kota Probolinggo merabat lubang di Jalan Brantas Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan pada Selasa, 12 Mei 2020. Aksi dilakukan sebagai sindiran kepada pemerintah daerah, yang dinilai tidak peka terhadap keselamatan di jalan.

Sekitar pukul 12.40 WIB, Ketua Komisi III Agus Riyanto (PDI Perjuangan) bersama 2 rekannya, yakni Heri Poniman (Gerindra) dan Robit Riyanto (PPP), mendatangi lokasi jalan berlubang. Kemudian jalan berlubang dengan diameter 1,5 meter itu, ditambal menggunakan semen, koral, dan pasir.

Bak tukang bangunan, anggota dewan tersebut bergantian mengolah material. Mereka cukup lihai saat meratakan semen. Jalan berlubang pun tertutupi rabat beton.

Mereka kemudian menandainya dengan ranting, agar selama proses pengeringan tidak dilindas kendaraan bermotor yang lalu lalang.

“Kami lakukan adalah bentuk protes terhadap Pemkot Probolinggo. Jalan ini sangat berbahaya, sejak Januari kami minta untuk diperbaiki. Boleh fokus Covid-19, tapi jalan rusak ini juga tak kalah penting,” kata Agus Riyanto.

Komisi III, kata Agus, tidak mempermasalahkan Pemkot Probolinggo melakukan refocusing anggaran untuk pandemi Covid-19. Tetapi, jalan rusak tidak boleh dibiarkan perbaikannya. Karena masalah jalan merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menyelenggarakan  keselamatan berkendara.

Selain Jalan Brantas, jalan yang perlu diperhatikan adalah Jalan Ahmad Yani dan Jalan Basuki Rachmad. “Di mana 3 jalan protokol tersebut, anggaran pemeliharaannya sama-sama berasal dari Dana Insentif Daerah (DID),” ujar Ketua Komisi III.

Heri Poniman menambahkan jika pihaknya sudah meminta Dinas PUPR setempat, untuk menyiapkan anggaran khusus. Hanya saja, sampai saat ini belum ada jawaban. Sebab, infonya masih menunggu petunjuk Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

“Ketika kami minta siapkan anggaran khusus, masih menunggu petunjuk wali kota. Lalu sampai kapan? Apa nunggu ada korban,” tegas politisi Gerindra itu.

Kondisi jalan Brantas sendiri, terlihat berlubang dan bergelombang di beberapa titik. Tak jarang, pengendara motor terjatuh saat melintas di jalur protokol itu. Utamanya bagi pengendara sepeda motor yang jarang melintas di jalan tersebut.

“Ada pengendara jatuh dari motornya karena tidak paham kondisi jalan. Kapan itu ada pengendara yang jatuh karena jalan tersebut rusak. Saya khawatir ada yang jatuh lagi kalau tidak diperbaiki,” tutur Syamsuri, warga Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. (lai/saw)