Santri yang Kabur Saat Dikarantina, Positif Covid-19

2157

Kraksaan (wartabromo.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo mengkonfirmasi 2 warga yang positif Covid-19. Salah satunya adalah santri Kecamatan Gending, yang pernah kabur ketika akan dikarantina.

Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo hingga Jumat petang, dinyatakan menjadi 38 orang. Pasien nomor 37, diketahui seorang remaja berusia 15 tahun. Ia merupakan santri Ponpes Al-Falah Temboro Magetan. Santri ini, sempat kabur saat dijemput oleh Gugus Tugas Covid-19, pasca reaktif rapid test.

Grafis kasus corona Kabupaten Probolinggo per 15 Mei 2020.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Joelijanto mengungkapkan santri ini satu klaster dengan pasien dari Kecamatan Sumber,  Kecamatan Dringu, dan Kecamatan Gading. Santri-santri itu termasuk dalam klaster Temboro.

Baca Juga :   PAC PKB Tolak UKK Capim DPRD Probolinggo

“Pihak keluarga sudah kita tracking dan memang mereka tertutup. Tapi memang kontaknya tidak banyak, setelah pulang dari pondok,” kata Anang.

Untuk pasien nomor 38 adalah seorang tenaga kesehatan asal Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih. Lelaki berusia 24 tahun itu, bekerja di Puskesmas Sumberasih.

Nakes ini, dikatakan Anang masuk klaster lokal. Ia sempat berjaga di rumah pengawasan. Sehingga, yang bersangkutan dimungkinkan tertular di sana.

“Kita menduga ia tertular di luar daripada saat menjalankan tugasnya. Karena perintah ibu bupati, semua petugas medis dilindungi dengan APD. Juga dilindungi oleh alat penyekat-penyekat di setiap tempat layanan, sudah kita lakukan,” tambah pria yang juga Kadinkes Kabupaten Probolinggo itu.

Baca Juga :   Cak Thoriq Imbau Tunda Kegiatan Banyak Massa

Terkini, ada 38 positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Dua orang dinyatakan sembuh. Untuk PDP ada 55. Rinciannya 11 diawasi, 26 selesai diawasi, serta 18 meninggal dunia. Sedangkan ODP sebanyak 446, dengan keterangan 109 dipantau, 333 selesai dipantau, dan 4 meninggal dunia. (cho/saw)