Terdapat Nakes Positif hingga 3 PDP Meninggal di Kabupaten Pasuruan

2650
Prosesi pemakaman salah seorang PDP di Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Seorang warga Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dikonfirmasi positif Covid-19. Ia merupakan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Sidoarjo.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, nakes ini perempuan berusia 28 tahun.

Ditetapkannya nakes ini sebagai pasien terkonfirmasi Covid-19, setelah swab test keluar pada Sabtu (16/05/2020) kemarin.

“Yang jelas untuk nakes ini kami hanya menerima laporan dari Pemprov Jatim, bahwa nakes RSUD Sidoarjo yang berstatus positif Covid-19 merupakan warga Kabupaten Pasuruan,” kata Anang, di Posko Gugus Tugas, Minggu (17/05/2020) sore.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, nakes ini harus menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Sidoarjo sampai sembuh.

Status nakes ini membuat deretan pasien positif Covid-19 kian panjang hingga sebanyak 56 orang. Pasien-pasien ini di antaranya 4 warga Bangil, 9 warga Beji (1 sembuh), 7 warga Gempol (1 sembuh), 2 warga Gondangwetan (1 sembuh), 1 warga Grati, 3 warga Kraton, 1 warga Lumbang (sembuh), dan 1 warga Nguling.

Kemudian positif juga pada 7 warga Pandaan, 1 warga Pasrepan, 5 warga Prigen, 1 warga Purwodadi (sembuh), 2 warga Purwosari, 5 warga Puspo (1 sembuh), 6 warga Rembang (2 sembuh), serta 1 warga Tutur.

Hanya saja, gugus tugas hari ini juga ungkapkan ada 3 PDP (pasien dalam pengawasan) meninggal dunia, masing-masing laki-laki (41) dari Kecamatan Gempol, laki-laki (65) asal Kecamatan Bangil, serta perempuan (51) dari Kecamatan Tutur.

Warga Gempol berstatus PDP sejak 3 Mei 2020 dengan keluhan pneumonia dan memiliki penyakit penyerta berupa HIV/AIDS. Ia meninggal pada Sabtu (16/05/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB, dengan kondisi negatif corona (swab pada 10 Mei).

“Tapi setelah masuk RSUD Bangil pada tanggal 3 Mei, petugas langsung melakukan rapid tes dan hasilnya reaktif,” kata Anang.

Jenazah warga Gempol tersebut dikebumikan di pemakaman umum wilayah Gempol sekitar pukul 02.00 dini hari.

Sedangkan warga Kecamatan Bangil meninggal dunia pada Minggu (16/05/2020) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dengan status reaktif rapid. Berada di RSUD Bangil sejak 6 Mei 2020 dengan keluhan batuk, sesak, dan pusing. Pasien ini merupakan hasil tracing dari petugas surveilans.

“Sudah dimakamkan tadi pagi sekitar pukul 8.00 WIB. Semua lancar, warga juga sangat mendukung sampai pemakaman selesai dilaksanakan,” imbuhnya.

Sedangkan PDP asal Tutur meninggal sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut Anang, warga Tutur ini merupakan pasien RS Prima Husada Singosari yang dirawat lantaran sesak napas sekaligus komorbit berupa stroke.  Begitu mendapatkan informasi terkait meninggalnya warga ini, petugas dari Puskesmas Nongkojajar langsung menuju RS tersebut, untuk kemudian membawa jenazah ini menuju lokasi pemakaman di wilayah Tutur.

“Kami sangat bersyukur karena masyarakat di sana juga sangat membantu seluruh proses pemakaman jenazah,” ucapnya.

Sementara untuk PDP sampai sore ini juga ada lagi 1 orang, yakni dari Kecamatan Tutur. Sehingga totalnya mencapai 118 orang.

PDP ini terdiri 15 warga Bangil, 7 warga Beji, 10 warga Gempol, 2 warga Gondangwetan, 11 warga Grati, 2 warga Kejayan, 5 warga Kraton, 4 warga Lekok, 2 warga Lumbang, 4 warga Nguling, hingga 8 warga Pandaan,

Pasien diawasi juga terhadap 9 warga Prigen, 4 warga Purwodadi, 7 warga Purwosari, 1 warga Puspo, 4 warga Rejoso, 6 warga Rembang, 4 warga Sukorejo, 1 warga Tosari, 3 warga Tutur, dan 9 warga Wonorejo.

ODP (orang dalam pemantauan) di Kabupaten Pasuruan berjumlah 255 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 219 orang lepas pantau, setelah dipastikan tidak ada gejala atau tanda-tanda mengarah pada Covid-19. (mil/ono)