Konsekuensi Berperilaku

958

Pasuruan (Wartabromo.com) – Semua perbuatan pasti ada konsekuensinya. Begitu pula dalam berperilaku sebagai umat muslim.

Menurut KH. A. Dumairi Nalim, Ketua LDNU Kabupaten Pasuruan, hal tersebut sebagaimana yang telah disampaikan oleh salah satu ulama besar di Mesir, Dzunnun Al Misri. Apa saja konsekuensi yang dimaksud?

Pertama, tiap-tiap orang yang takut pasti akan lari.

“Monggo kita camkan ini. Tiap-tiap ada sesuatu yang ditakuti, kita akan lari. Apa saja lah. Ini termasuk konsekuensi logis, lek wong wedi iku mesti melayu,” tutur Kyai Dumairi.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqarah: 119

اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًاۙ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus-mu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,”

Kiai Dumairi menjelaskan, kabar gembira yang dimaksud yakni kabat tentang keberadaan surga dan memberikan rasa takut akan adanya neraka. Bagaimana siksaan dan panasnya api neraka juga telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Maka dari itu, seharusnya sebagai umat muslim seharusnya takut akan adanya neraka. Konsekuensinya, hendaklah menjauhi sesuatu yang ditakuti.

*Doanya, Ya Allah lindungilah kami dari neraka dan sesuatu yang mendekatkan kita pada neraka,” ungkapnya.

Selanjutnya, yang kedua, orang yang memiliki keinginan pasti akan mencari. Ingin istri, ya berusaha mencari. Ingin sukses, berusaha dengan menempuh pendidikan atau lainnya. Ingin kaya, juga harus berusaha. Begitu pula, apabila ingin menjadi orang yang selamat, harus melakukan  sesuatu yang menjadikan selamat.

“Gak mungkin terjadi, kok ada orang ingin beruntung, tapi gak mau kerja, mau selamat tapi gak mau melakukan amalan yang menjadikan selamat. Ini perlu dipertanyakan,” imbuhnya.

“Tapi yang perlu diingat, semua tidak akan tercapai kecuali dengan rida Allah SWT,” tandas Kiai Dumairi. (bel/ono)