Bersama Pemkot, Bank Jatim Mudahkan Penyaluran Bantuan Ekonomi dan Sosial

2237
PANTAU LANGSUNG: Pimpinan Cabang Bank Jatim Pasuruan, Deddy Ajie (Kanan) saat mendampingi Plt Walikota Raharto Teno memantau langsung warga dengan menggunakan layanan kartu berbasis digital banking.

Pasuruan (Wartabromo.com) – Bank Jatim Cabang Pasuruan terus mengaplikasikan teknologi digital banking di Kota Pasuruan. Di masa pandemi Covid-19 ini, pelayanan perbankan kepada masyarakat terus ditingkatkan.

Terobosan dengan menggunakan Digital Banking ini terasa ketika digandeng Pemerintah Kota Pasuruan dalam menerapkan dua formula bantuan. Yakni, bantuan ekonomi dan bantuan sosial.

Sejak Selasa dan Rabu (20/5) kemarin, dilakukan penyerahan dua paket bantuan itu. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo didampingi Pimpinan Cabang Bank Jatim Pasuruan, Deddy Ajie Wijaya.

BANK JATIM MOBILE: Mobil layanan Bank Jatim melayani masyarakat yang menerima bantuan untuk konsultasi maupun sebagai teller yang keliling sampai 34 kelurahan.

Teno mengatakan, bantuan ini diperuntukkan bagi warga Kota Pasuruan yang tidak ter-cover bantuan dari pusat. Menariknya, kedua bantuan ini sama-sama berbentuk kartu digital banking. “Pada bulan ini kami berikan dua kali. Karena momentumnya juga hari raya Idul Fitri,” kata Teno.

Dua paket bantuan itu disalurkan sebanyak 14.479 penerima. Dengan rincian, 3.326 orang menerima bantuan Ekonomi, dan 11.153 mendapat bantuan sosial.

AGEN PENYALUR BANTUAN: Pihak agen atau warung yang sudah ditunjuk oleh pemerintah Kota Pasuruan juga sudah terdata dengan tertib. Sehingga memudahkan bagi penerima bantuan untuk mendapatkan kebutuhan yang diinginkan.

Bantuan ekonomi diperuntukkan buat warga atau pelaku usaha kecil yang terdampak Covid-19. Dampak dari pandemi itu menjadikan warga kehilangan pekerjaan atau penghasilan menurun drastis. Bentuk bantuan ekonomi sebesar Rp 200 ribu setiap bulan dan akan dibagikan selama 9 bulan atau hingga Desember 2020. Proses pencairannya melalui kartu “Gotong Royong” yang sudah diberikan oleh ketua RT masing-masing.

“Penerima kartu Gotong Royong ini sudah punya nomor sendiri-sendiri. Pakai virtual account. Jadi tidak perlu ATM. Tidak ada saldo mengendap. Dan penerima bantuan bisa mencairkan 100 persen tanpa potongan,” ujar Deddy Ajie Wijaya, Pimpinan Cabang Bank Jatim Pasuruan seraya menjelaskan.

Sedangkan bantuan sosial diberikan kepada warga yang tidak mampu. Dan untuk menghidupi warung atau agen, para warga penerima bantuan ini mencairkan bantuannya ke warung yang sudah ditentukan. Ada sekitar 68 warung yang sudah ditunjuk pihak Pemkot. Untuk menebusnya, pihak penerima hanya cukup membawa kartu sosial yang sudah dilengkapi QR Code. Sementara di warungnya, sudah disediakan oleh Bank Jatim alat scan-nya.

“Jadi kalau mau minta gula, telor, mie ya tinggal nempelkan QR Code saja. Inilah kecanggihan teknologi kita. Dan ini memudahkan masyarakat di Kota Pasuruan,” tegas Ajie.

Abdullah Agus Salim, Lurah Tapaan menjelaskan, 252 warga menerima bantuan sosial yang nantinya bisa ditukar ke toko yang sudah disiapkan oleh kelurahan, dengan saldo sebesar Rp 200 ribu. “Sudah kami siapkan toko yang nantinya untuk menukarkan sembako,” tutur Abdullah saat ditemui di Kantor Kelurahan Tapaan.

Penerimaan bantuan ekonomi dan sosial tahap pertama ini berlangsung selama 2 hari hingga Jumat (21/5/).
Mariani (45), warga Kelurahan Bugul Lor mengatakan, sangat bersyukur dengan bantuan ekonomi yang diterimanya. Dampak covid-19 ini sangat berpengaruh, suaminya yang bekerja di Ngawi tak bisa pulang dan tidak bisa bekerja.

“Alhamdulillah bersyukur, suami sudah tak bekerja dan tidak pulang dari ngawi karena corona ini,” kata Mariani kepada Wartabromo.com.

Sementara itu Camat Panggungrejo, Imam Subekti mengatakan bantuan jaring pengaman sosial, warga saat ini menerima dua kali dari nilai Rp 200 ribu. Sehingga saat ini uang tunai yang diterima sejumlah Rp 400 ribu. (day/*)