Dibeli dari Korsel, Besok Mulai Uji Coba Alat Swab Baru

1169
SIAP RUNNING: Plt. Direktur RSUD Bangil, dr. Agung Basuki saat memberikan paparan pada rapat Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/05/2020) malam.

Pasuruan (WartaBromo.com)- Alat uji swab yang dibeli Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan akhirnya tiba. Besok, mesin yang didatangkan dari Korea Selatan (Korsel) itu siap diujicobakan.

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Irsyad Yusuf. “Sudah, baru datang kemarin,” katanya saat ditemui di pendopo Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/05/2020) malam.

Irsyad berharap, kehadiran alat uji swab tersebut dapat membantu mempercepat proses identifikasi pasien Covid-19 yang selama ini cukup banyak memakan waktu.

“Dengan alat ini, hasil test swab bisa diketahui lebih cepat. Tidak perlu menunggu berhari-hari. Dengan begitu, upaya tracing dan tracking juga bisa dilakukan dengan cepat,” kata Irsyad yang merangkap Bupati Pasuruan ini.

Penuturan yang sama disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) setempat, Agung Basuki. Ia bilang, total anggaran yang dikeluarkan untuk keperluan ini mencapai Rp 2,5 miliar lebih.

Terkait spesifikasi, Agung yang merangkap Plt. Direktur RSUD Bangil menjamin lebih bagus dibanding produk sejenis dari pabrikan lain. “Kan ada beberapa merk ya. Ada yang manual, ada yang otomatis. Ini yang otomatis. Kualitasnya bagus ini,” jelasnya.

Dikatakan Agung, saat ini alat yang diperkirakan mampu bekerja lebih dari 100 sampel swab itu masih dalam proses instalasi.

“Kemungkinan Jumat atau Sabtu sudah bisa running,” terangnya saat menghadiri rapat pansus Covid-19 di gedung DPRD, Rabu (20/05/2020) malam.

Sebelumnya, pihaknya juga telah menerima bantuan sebanyak 1.000 unit reagen dari perusahaan rokok di Purwosari. Ribuan paket reagen tersebut untuk mendukung proses uji swab melalui PCR.

Dijelaskan Agung, selama ini, identifikasi pasien melalui test swab menghadapi kendala tersendiri karena keterbatasan peralatan. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil tes swab relatif memakan waktu cukup lama.

Sebagai gambaran, untuk satu sampel misalnya, hasil uji baru dapat diketahui hasilnya 10 hingga 15 hari sejak sampel diambil.

Di Jawa Timur, menurut Agung sebelumnya hanya ada tiga lokasi yang memiliki peralatan memadai untuk melakukan uji swab tersebut. Yakni, RSU Saiful Anwar, RSU dr. Sutomo-RS Unair, dan juga BTKL (Balai Teknis Kesehatan Lingkungan).

“Mudah-mudahan dengan alat ini, upaya kita untuk mempercepat upaya pencegahan penyebaran bisa lebih cepat lagi,” pungkas Agung. (asd/asd)