Gus Irsyad dan New Normal

703

Pasuruan (WartaBromo.com) – Selain perkara kesehatan, Covid-19 menghantam kondisi sosial dan perekonomian. Kondisi penuh keterbatasan di tengah pandemi menjadi satu hal yang harus dihadapi hingga muncul istilah berdamai dengan Covid-19 bahkan ungkapan new normal.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf memahami kesulitan dan kegelisahan warga yang saat ini begitu terpukul ketika sejumlah kebijakan pembatasan diberlakukan. Langkah yang ditempuh pemerintah ditegaskannya, lebih pada ingin menjaga warga sekaligus bersama-sama menanggulangi sebaran virus.

“Kita semua tidak tahu kapan berakhirnya. Berakhir kalau ditemukan antivirus atau vaksin corona atau Covid-19 itu,” kata Irsyad Yusuf kepada WartaBromo di Pendapa Kabupaten Pasuruan, kemarin.

Imbauan agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), physical distancing, maupun kenakan masker menjadi satu bagian dari ikhtiar memerangi corona. Nyatanya, sampai sejauh ini tak ada cara lain, bagaimana melanjutkan pergaulan selain dengan tetap terapkan pedoman/protokol kesehatan tersebut.

Secara umum dikatakannya, penerapan ini memaksa semua hal dijalani dengan cara-cara yang dianggap di luar kebiasaan itu.  Ujung penyikapan kemudian muncul istilah berdamai dengan Covid-19 sampai pada ungkapan, bahwa apa yang dialami bersama kali ini akan jadi kebiasaan atau hal normal baru dalam kehidupan (new normal).

“Saya tidak menyampaikan bersahabat, berdamai dengan corona atau Covid-19. Saya kira kita harus menyesuaikan dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru (terapkan) protokol kesehatan,” ungkap Gus Irsyad, sapaan karibnya.

Sebelumnya ia menegaskan, sejumlah arah dan kebijakan pemerintah tetap dilakukan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Bagaimana kesulitan yang dihadapi warga saat ini coba ditopang dengan menyalurkan bantuan sosial berjangka dari beragam sumber anggaran.

“Jangan sampai, masyarakat terdampak Covid-19 ini, tidak mendapatkan haknya,” tandasnya.

Terkait jaring pengaman sosial dampak Covid-19, ia nyatakan telah dicukupi, dipenuhi oleh pemerintah pusat (Kementerian sosial), pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah. “Bahkan bantuan tunai dari desa,” kata Irsyad. (ono/ono)

Simak Videonya :