Keluhkan Praktik Nakal Kasir Senkuko

31615
Senkuko Kebonagung, Kota Pasuruan. Foto adalah ilustrasi.

SAYA warga Kota Pasuruan. Melalui rubrik surat pembaca WartaBromo.com ini, saya ingin berbagi cerita perihal apa yang saya alami saat berbelanja di Senkuko (Sentra Kulakan Koperasi) Kebonagung, Kota Pasuruan.

Dari cerita ini, saya berharap warga lain yang biasa belanja di Senkuko lebih hati-hati dengan praktik nakal oleh oknum kasir setempat.

Ceritanya, Rabu (27/05/2020) siang lalu, sekitar pukul 11.40 WIB, saya belanja di Senkuko. Kebetulan, saya biasa belanja di sana untuk kebutuhan bulanan saya.

Karena sudah menjadi kebiasaan, saya pun hafal dengan kebutuhan apa saja yang dibeli, berikut taksiran harganya. Kali ini, jika ditotal sekitar Rp 300 ribuan.

Usai mendapatkan barang yang dicari, saya pun ke kasir. Lokasinya tak jauh dari pintu masuk.

Kebetulan, sebelum saya, ada bapak-bapak yang tengah membayar di kasir. Baru setelah itu, giliran saya.

Saya kaget. Karena sebelum menghitung belanjaan saya, sang kasir tidak mengembalikan kalkulator ke posisi Rp 0. Dengan kata lain, pada layar monitor, masih terpampang biaya belanjaan bapak sebelum saya tadi.

Oleh si kasir, belanjaan saya langsung ditambahkan dengan milik bapak tadi. Akibatnya, belum selesai ditotal, belanjaan saya sudah habis Rp 300 ribu lebih.

Saya pun protes. Saya minta dihitung ulang. Karena saya tahu sebelumnya layar monitor tidak menunjukkan angka Rp 0 saat hendak menghitung belanjaan saya. Dan, benar saja, begitu selesai, total belanjaan saya hanya habis Rp 300 ribuan.

Karena itu, melalui surat pembaca ini, saya berharap kepada manajemen Senkuko untuk menertibkan kasir yang nakal tersebut karena merugikan konsumen. Kedua, juga masyarakat yang belanja ke Senkuko agar lebih hati-hati. Pastikan layar monitor kasir menunjuk angka Rp 0 sebelum menghitung daftar belanjaan.

WT, warga Kota Pasuruan.

Alamat dan nomor telepon pengirim ada pada redaksi.