Pedagang Pasar Paiton Terinfeksi Virus Corona

1998
Seorang pedagang saat menjalani rapid test beberapa waktu lalu.

Paiton (wartabromo.com) – Seorang pedagang di Pasar Paiton dinyatakan positif Covid-19 oleh Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Status medis itu didasarkan pada hasil tes swab dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan, pada Rabu, 28 Mei 2020.

Pasien nomor 89 itu adalah seorang perempuan berusia 73 tahun, warga Kecamatan Paiton. Ia pun tercatat sebagai pasien pertama dalam klaster pasar. Sebelumnya keputusan swab dilakukan setelah rapid test masif dilakukan kepada para pedagang yang ada di pasar besar di Kabupaten Probolinggo.

“Saat dilakukan rapid test, yang bersangkutan reaktif. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab dengan menggunakan TCM (tes cepat molekuler) dengan metode PCR (polymerase chain reaction) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan hasilnya positif terkonfirmasi Covid-19,” terang dr. Anang Budi Yoelijanto, jubir Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/5/2020).

Lansia ini, kata Anang, kondisinya stabil dan masih menjalani isolasi mandiri di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo. Penelusuran terhadap kontak erat sudah dilakukan. Ia menegaskan, kontak erat akan di-swab.

“Kita akan evaluasi lagi, kalau perlu kita tracking lagi. Nanti akan dievaluasi lagi, paling tidak setelah 7-10 hari akan di-swab lagi. Jika dua kali swab hasilnya negatif, maka dia akan kita pulangkan,” kata Anang.

Menurut Koordinator Pasar Paiton, Nurul Huda, perempuan tersebut sudah 3 tahun tak jualan dikarenakan sakit. Ia sebelumnya berjualan mi pangsit bungkusan. Setelah berhenti jualan di pasar, wanita itu memilih berdagang keliling di sekitar rumahnya.

“Waktu ada rapid test, dia lagi belanja. Kemudian saat mengisi form rapid, dia mengaku pedagang. Kan kalau pengunjung gak boleh ikut rapid. Keluarganya sudah di rapid test, infonya anaknya non reaktif,” tutur Huda.

Saat ini, di Kabupaten Probolinggo orang terkonfirmasi positif coronavirus disease sebanyak 89 orang. Dengan keterangan 38 orang masih dirawat dan menjalani isolasi, 49 orang sembuh, serta 2 orang meninggal dunia.

Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 57 orang, dengan keterangan 4 orang dalam pengawasan, 35 orang selesai diawasi, dan 18 orang meninggal dunia.

Orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 462 orang, dengan keterangan 51 orang dalam pemantauan, 406 orang selesai dipantau, dan 5 orang meninggal dunia. (cho/saw)