Kemenag Terbitkan Aturan Kembali ke Pesantren, Santri Diminta Jalani Rapid Test

1722

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kementerian Agama menerbitkan protokol kegiatan santri yang akan kembali ke pondok pesantren. Santri dimita melakukan rapid test saat tiba di Ponpes.

Kemenag membuat regulasi pembelajaran di ponpes selama Covid-19. Dalam edaran tersebut disebutkan, santri yang pulang ke rumah maupun kembali ke ponpes, harus berkoordinasi untuk melakukan tes kesehatan.

“Menjalani test PCR/rapid test. Selama belum ada hasil negatif santri menjalani isolasi di tempat yang sudah disediakan,” rilis Kemenag.

Selain itu, selama pandemi belum berakhir, santri juga diimbau tak bersalaman dengan pengasuh, guru maupun teman. Termasuk menjaga jarak dan interaksi saat beribadah, belajar hingga tidur.

Selama belajar di pesantren, santri juga diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun. Tak lupa untuk selalu menyiapkan handsanitizer.

“Mengonsumsi vitamin C, E, madu, dan makanan/minuman bergizi setiap hari untuk menjaga imunitas tubuh,” lanjutnya.

Pesantren juga diminta untuk menjaga santri supaya tak keluar pondok kecuali jika ada keperluan mendesak. Wali santri atau keluarga pun tak diperkenankan menjenguk selama pandemi belum berakhir.

Berikut protokol santri kembali ke ponpes :

  • Persiapan dari rumah.
  1. Pastikan fisik dalam kondisi sehat,
  2. Membawa peralatan makan minum sendiri, sebaiknya sendok lebih dari satu dan diberi nama,
  3. Membawa vitamin C, madu, dan nutrisi untuk ketahanan tubuh selama sebulan, membawa masker, dan hand sanitizer,
  4. Membawa sajadah tipis yang ringan diangkat dan mudah dicuci,
  5. Memperlihatkan pengaturan mengenai protokol penggunaan sarana transportasi dan diusahakan menggunakan kendaraan pribadi/khusus,
  6. Pengantar tidak masuk asrama.
  • Sampai di Pondok:
  1. Menjalani test PCR/rapid test. Selama belum ada hasil negatif santri menjalani isolasi di tempat yang sudah disediakan.
  2. Tidak bersalaman dengan pengasuh, guru, dan teman selama masa pandemi belum dinyatakan berakhir.
  3. Menjaga jarak saat berinteraksi, salat/beribadah, belajar, dan tidur.
  4. Selalu menggunakan masker, sering cuci tangan pakai sabun, dan selalu menyiapkan hand sanitizer.
  5. Mengonsumsi vitamin C, E, madu, dan makanan/minuman bergizi setiap hari untuk menjaga imunitas tubuh.
  6. Tidak makan dan minum di satu wadah bersama-sama dan tetap mengikuti protokol kesehatan
  7. Hanya menggunakan pakaian, handuk, peralatan mandi, dan kasur sendiri.
  8. Tidak keluar lingkungan pondok kecuali untuk kepentingan khusus dengan persetujuan pengasuh.
  9. Wali santri keluarga tidak diperkenankan menjenguk selama pandemi belum berakhir. Jika terpaksa harus dijenguk, agar menerapkan protokol Covid-19.
  10. Santri yang sakit segera diisolasi untuk dirawat di kamar khusus/poskestren/klinik pesantren. Apabila perlu penanganan dokter dilakukan konsultasi dengan wali santri.

(may/ono)