Jamin Ketersediaan Bahan Pokok di Masa Pandemi, Begini Skema Bantuan Bagi Petani dan Nelayan

791

Jakarta (WartaBromo.com) – Pemerintah mencoba menjamin ketersediaan bahan pokok selama masa pandemi. Untuk menjaganya, petani dan nelayan bakal disokong agar bertahan hingga tetap memiliki kemampuan berproduksi.

Pandemi corona menghantam sosial perekonomian warga, tak terkecuali petani dan nelayan. Kedua profesi ini dianggap vital karena berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan maupun kebutuhan pokok lain.

Presiden Joko Widodo dalam akun Facebook terkonfirmasi miliknya menegaskan, bakal membantu petani dan nelayan agar tetap produktif. Dari kalimat yang dituliskan Jokowi, didapatkan catatan skema yang akan ditempuh pemerintah berkenaan dengan jaminan tetap tersedianya bahan pokok di masa pandemi.

“Pemerintah menyiapkan empat skema yang dapat ditempuh untuk membantu para petani dan nelayan,” tulis Jokowi.

Pertama, pihaknya akan perkuat kembali program jaring pengaman sosial untuk meringankan biaya konsumsi rumah tangga para petani dan nelayan.

Kedua, pemberlakuan subsidi bunga kredit yang saat ini sedang berjalan. Ia merincikan, subsidi dapat diterapkan pada sejumlah program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), pembiayaan ultramikro (UMi), atau pun pegadaian. “Hingga pembiayaan dan bantuan permodalan dari beberapa kementerian,” imbuhnya.

Ketiga, pemberian stimulus dengan maksud dapat dijadikan sebagai modal kerja bagi para petani dan nelayan. Dorongan itu, disebutnya dapat disalurkan melalui perluasan program KUR bagi para penerima yang dinilai layak mendapat kredit.

“Saya telah meminta ke jajaran terkait agar prosedur dan aksesnya dipermudah, sederhana, dan tidak berbelit-belit,” tandasnya.

Keempat, bantuan melalui instrumen nonfiskal, yang diberikan dengan cara mengupayakan kelancaran rantai pasokan bahan pokok. Dengan cara ini, target yang dituju adalah meningkatnya produktivitas petani dan nelayan. “Kita harapkan usaha pertanian dan perikanan ini bisa lebih baik melalui ketersediaan bibit, pupuk, dan alat-alat produksi,” pungkasnya. (red)