Polisi Sebar 10 Ton Beras di Kabupaten Pasuruan, Sasar Warga yang Luput Bantuan

2594

Pasuruan (WartaBromo.com) – Polres Pasuruan salurkan 10 ton beras untuk warga terdampak Covid-19. Bantuan dari Mabes Polri tersebut diarahkan kepada warga yang selama ini luput mendapat bantuan pemerintah.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, bantuan beras ini merupakan kepedulian dari Mabes Polri terhadap masyarakat kurang mampu yang membutuhkan bantuan di tengah pandemi Covid-19. Dari 10 ton beras, setiap warga mendapatkan masing-masing 5 kilogram. Sehingga ada sekitar 2.000 penerima bantuan beras polisi ini.

“Beras adalah kebutuhan pangan yang paling utama. Apalagi di tengah wabah virus corona seperti sekarang, banyak sekali warga kurang mampu yang kekurangan. Untuk beli beras saja, banyak warga miskin yang kesulitan,” kata Rofiq, di Mapolres Pasuruan, Sabtu (30/05/2020) pagi.

Ditegaskan Rofiq, beras ini hanya diperuntukkan untuk warga yang belum menerima bantuan apapun, baik bantuan bersumber dari pusat maupun daerah.

Ia pun memastikan tidak ada over laping atau warga yang menerima dobel bantuan, karena pihaknya telah melakukan penyisiran terhadap warga yang selama ini belum dijangkau bantuan pemerintah.

“Makanya kami juga menghimpun perhimpunan mahasiswa untuk sama-sama ikut mengawasi penyaluran bantuan beras ini,” tegasnya.

Bantuan pangan kali ini akan disalurkan ke 17 Kecamatan di wilayah hukum Polres Pasuruan dan diperkirakan 10 ton beras akan selesai disalurkan dalam 1-2 hari saja.

“Anggota kami juga banyak. Semuanya kami kerahkan untuk bisa membantu penyaluran beras ini, sekaligus mengecek apakah warga yang menerima bantuan ini betul-betul belum pernah mendapatkan bantuan, atau justru sudah berkali-kali. Ini yang harus kami pastikan terlebih dahulu,” ucapnya.

Di sisi lain, Kapolres Rofiq juga menyerahkan bantuan untuk 1.256 para pekerja di tempat-tempat wisata di Kabupaten Pasuruan. Pekerja ini dinilai paling terdampak pandemi, bekerja di tempat-tempat pariwisata ikonik daerah hingga tempat wisata berskala internasional.

“Salah satunya di Tosari yang menjadi satu kesatuan wisata di TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), dan ini adalah jujukan wisata nasional. Banyak yang menjadi pengangguran,” imbuhnya.

Di antara yang disebut Rofiq, pekerja tempat wisata Bromo dan menjadi sasaran bantuan adalah sopir jeep, tukang parkir, atau pun tukang ojek. “Sampai tukang bersih-bersih juga menjadi target sasaran bantuan ini,” jelasnya. (mil/ono)