Tak Bisa Tahun ini, 765 CJH Kabupaten Probolinggo ke Makkah Tahun Depan

720
Calon haji asal Kabupaten Probolinggo dalam sebuah kesempatan. Foto: dokumen 2019

Probolinggo (wartabromo.com) – Pembatalan pemberangkatan jemaah haji berdampak pada 765 calon haji di Kabupaten Probolinggo. Namun, mereka dipastikan akan berangkat tahun depan.

Rencana awal calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Probolinggo dijadwalkan masuk ke asrama haji Sukolilo, Surabaya pada 24 Juni. Mereka yang tergabung dalam kloter 43-44 itu, diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah-Madinah pada 26 Juni melalui Bandara Juanda.

“Sesuai keputusan pemerintah pusat, keberangkatan jemaah haji tahun ini ditunda tahun depan. Jadi mundur satu tahun. Data lebih rincinya ada di Kasi PHU,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Santoso pada Rabu, 3 Juni 2020.

Menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Taufiq, jumlah 765 orang itu merupakan hasil dari 2 tahap pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Di mana Kabupaten Probolinggo tahun ini mendapat kuota 833 orang. Pada 19 Maret – 30 April 2020 ada 719 orang yang melunasi dan 114 belum lunas.
Kemudian pada pelunasan tahap 2 pada 12 Mei – 29 Mei 2020, ada kuota 213 orang. Rinciannya 105 kuota berangkat dan 108 kuota cadangan. Untuk kuota berangkat sebanyak 34 orang melunasi, sisanya ada 71 yang belum lunas. Sementara untuk cadangan ada 12 orang yang lunas dan 96 belum lunas.

CJH, kata Taufik, dibolehkan menarik kembali BPIH yang sudah dilunasi. “Silahkan kalau mau diambil atau ditarik lagi boleh, tidak pun juga tidak apa. Jadi, untuk tahun berikutnya tinggal menambah jika ada kenaikan,” lanjutnya.

Sebelum ada pembatalan, pihak Kemenag Kabupaten Probolinggo sudah melakukan berbagai persiapan. Untuk pemeriksaan kesehatan sudah mencakup sekitar 85 persen, begitu juga dengan pembuatan paspor.

“Jika tak ada pembatalan, Insyaallah tanggal 25 Juni ini sudah masuk asrama dan sehari kemudian berangkat ke tanah suci,” tandas pria asal Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan itu. (saw/ono)