Rob Sepaha Rendam Kalibuntu Kraksaan

868

Kraksaan (wartabromo.com) – Permukiman nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo dilanda banjir rob. Air dengan ketinggian sepaha orang dewasa merendam kampung sejak 3 hari lalu.

Menurut penuturan warga, banjir rob sudah melanda sejak Kamis, 4 Juni 2020. Air laut dari Selat Madura naik dan merendam perkampungan nelayan itu. Biasanya berlangsung mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WIB.

“Tingginya lebih dari 50 sentimeter. Ya di atas lutut atau sepaha orang dewasa,” kata Alan, warga setempat.

Meski hanya berlangsung sekitar 5 jam, banjir rob itu membuat warga kesal. Pasalnya, sampah-sampah yang terbawa air, tertinggal di daratan. Sehingga membuat kumuh halaman, jalan, dan tambak warga.

“Tidak enaknya kalau air laut naik ke permukiman, setelah surut itu banyak kotoran dan sampah berserakan,” lanjut Alan.

Ia mengatakan banjir rob di desanya sudah seperti ritual tahunan. Biasa terjadi menjelang bulan purnama hingga pasca purnama. Tidak hanya ketika adanya hujan lebat. “Setiap bulan sebenarnya ada banjir rob, cuma tidak sebesar ini. Kata orang-orang, banjir kali ini paling besar. Tidak mesti juga penyebabnya, kadang hujan kadang juga angin kencang,” ujarnya.

Dalam setahun, banjir rob besar terjadi 2 kali. Rob pertama biasanya terjadi di antara bulan Mei hingga Juli, kerap melanda pada siang hari. Sedangkan rob kedua, terjadi di antara  bulan November-Desember, dan Januari, lumrahnya pada malam hari.

“Kami harap pemerintah segera melakukan brake water atau tangkis gelombang di sekitar bibir pantai. Jika tidak segera dilakukan, dampaknya pada yang rutin kebanjiran setiap tahun. Kalo tidak segera diperbaiki, bakal ada sekitar 10 ribu warga sini selalu kebingungan setiap 6 bulan sekali karena banjir rob itu,” kata Hasan, warga lainnya. (lai/saw)