Rob di Kalibuntu Kraksaan, Tambak Belum Terdampak

870

Kraksaan (wartabromo.com) – Banjir rob hingga Minggu siang, 7 Juni 2020 masih melanda Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Untung banjir tahunan itu, tak berdampak buruk bagi lahan tambak.

“Alhamdulillah, lahan tambak garam dan udang bebas dari banjir. Hanya merendam permukiman warga di barat sana. Untuk tambak aman. Jadi petambak tidak mengalami kerugian,” kata Suparyono, salah satu warga pada Minggu, 7 Juni 2020.

Di desa nelayan itu, ada sekitar 30 hektare tambak garam yang dikelola rakyat. Sementara untuk lahan tambak udang intensif, mencapai 60 hektare lebih. Total kurang lebih ada 90 hektare tambak garam dan udang.

Puluhan hektare tambak itu,. sampai sejauh ini terhindari banjir setelah Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo membangun pemecah ombak (breakwater) sepanjang 750 meter di dekat tambak. Selain itu plengsengan dengan panjang yang sama, juga telah dibangun.

“Infrastruktur yang dibangun itu, tak hanya menyelamatkan tambak dari gempuran banjir rob. Tetapi juga berfungsi sebagai sarana transportasi petambak. Baik saat masa produksi maupun panen. Lebih lancar,” terang Ketua Kelompok Petambak Garam Kalibuntu Sejahtera itu.

Sejak Kamis, 4 Juni 2020, air laut dari Selat Madura naik dan merendam perkampungan nelayan itu. Banjir rob biasanya berlangsung mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WIB. Banjir rob disebutkan, telah membuat warga kesal. Pasalnya, sampah-sampah yang terbawa air, tertinggal di daratan.

Dalam setahun, banjir rob besar terjadi 2 kali. Rob pertama biasanya terjadi di antara bulan Mei hingga Juli, melanda pada siang hari. Sedangkan rob kedua, terjadi di antara bulan November-Desember dan Januari, pada malam hari. (cho/saw)