Pilwali di Tengah Pandemi, Anggaran Berubah hingga TPS Bertambah

1059
Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pilwali Kota Pasuruan yang rencananya digelar bulan Desember 2020 mendatang akan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Persiapan sejumlah fasilitas kesehatan hingga penambahan TPS saat ini sedang dipersiapkan KPU.

Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari mengungkapkan, dengan mekanisme pelaksanaan pencoblosan yang berubah, maka perencanaan anggaran pun juga turut berubah.

Keperluan seperti pengadaan alat pelindung diri (APD), masker, tempat cuci tangan, dan disinfektan sudah disusun perencanaannya. Berdasar hitung-hitungan KPU, diperkirakan keperluan tambahan itu mencapai Rp 1,18 miliar.

Selain itu, dengan adanya penerapan physical distancing, KPU juga akan melakukan penambahan tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah TPS yang semula jumlahnya 330 TPS akan ditambah 27 TPS lagi.

“Sehingga akan ada 357 TPS,” kata Royce kepada WartaBromo.com, kemarin.

Untuk mengurangi kerumunan, tiap TPS yang semula kuota pemilihnya sebanyak 800 orang dikurangi menjadi 500 orang per TPS.

Hal ini juga berpengaruh pada bertambahnya jumlah petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Royce melanjutkan, jika memang Pilwali jadi dilaksanakan pada Desember depan, pasangan calon (Paslon) kepala daerah akan ditetapkan pada bulan September.

Namun demikian ia sampai saat ini masih menunggu Peraturan KPU tentang pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang masih belum disahkan.

“Segala persiapan itu, untuk KPU masih menunggu PKPU,” imbuh Royce. (tof/ono)