Gudang Pengolahan Kayu di Pajarakan Terbakar

879

Pajarakan (wartabromo.com) – Sebuah gudang pengolahan kayu sengon di Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo ludes terbakar api. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang didapat wartabromo.com, api mulai muncul pada Kamis, 11 Juni 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. Sebelum api membesar, sempat terdengar letusan dari gudang selatan. Api yang bersumber dari ledakan itu, kemudian menyambar tumpukan serbuk kayu.

“Tiba-tiba ada ledakan mesin di ujung selatan gudang, api kemudian membesar. Melalap serbuk kayu dan terus ke kayu-kayu yang lainnya. Warga berusaha memadamkan api, tapi tak mampu,” tutur Samsul, warga sekitar.

Gudang yang dipenuhi kayu terbakar hebat. Api membubung tinggi ke udara. Tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkab Probolinggo dikerahkan. Dibantu unit Damkar milik Pemkot Probolinggo.

Bersama anggota TNI-Polri bahu membahu memadamkan api. Agar tak merambat ke pemukiman warga sekitar.
Meski begitu, petugas tetap kewalahan menjinakkan si jago merah. Hingga Jumat pagi, 12 Juni 2020, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Gudang di perbatasan Desa Selogudik Wetan dan Brani itu, masih membara.

“Penyebab utama kebakaran masih belum kami ketahui secara pasti. Kami masih menunggu proses pendinginan untuk olah TKP,” kata Kapolsek Pajarakan, IPTU Sugeng Harianto.

Gudang pengolahan kayu sengon itu diketahui dimiliki Solihin, warga Desa Betek, Kecamatan Krucil. Ia mengatakan selain kayu, baik gelondongan dan olahan, ada tiga mesin yang ikut terbakar. Masing-masing mesin senilai Rp40 juta.

“Kalau kerugian ratusan juta,” tuturnya.

Meski alami kerugian ratusan juta rupiah, ia masih bersyukur. Sebab, kebakaran itu tak sampai merenggut nyawa 20 karyawannya. Juga tidak merambat ke 7 rumah warga RT / RW. 07/05 di dekat gudang kayu sengon itu.

“Ujian bagi saya. Alhamdulillah, karyawan dan warga selamat, sehingga nanti bisa bekerja lagi,” tandas pemilik UD Karya Mandiri itu. (cho/saw)