Lapan Tak Sarankan Melihat GMC Dengan Mata Telanjang, Ini Bahayanya

1310
Pantau gerhana matahari cincin dengan teleskop di LAPAN Watukosek, Kamis (26/4/2019).

Pasuruan (WartaBromo.com) – Fenomena gerhana matahari cincin (GMC) akan terjadi besok. Jangan melihat dengan mata telanjang, karena pancaran matahari dapat merusak mata.

Fenomena alam akan terjadi pada besok tanggal 21 Juni. Namun jangan pernah mencoba untuk melihat GMC dengan mata telanjang, karena dapat merusak mata.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Gempol, Kabupaten Pasuruan Dian Yudha sama sekali tidak menyarankan hal itu. “Karena Pasuruan termasuk mengalami gerhana matahari parsial, jadi harus tetap berhati hati,” jelas Yudha.

Gerhana parsial sendiri merupakan peristiwa  yang menggambarkan fenomena langit di mana posisi Matahari, Bumi dan Bulan berada pada garis lurus atau di garis imajiner bernama garis ekliptika. Namun matahari tidak tertutup sempurna oleh bulan.

Baca Juga :   Titik Akses Keluar-Masuk Kabupaten Pasuruan yang Disekat hingga Janda Muda Kraksan Dibunuh Dukun | Koran Online 19 April

Dikatakan Yudha masyarakat masih bisa melihat gerhana namun tetap harus menggunakan alat bantu. “Bisa memakai kacamata gerhana matahari atau teleskop yang disertai dengan filter matahari,” ujarnya.

Meski menggunakan alat bantu, setiap orang mempunyai batas dalam melihat GCM. “Maksimal 30 detik setiap orang, dan harus disertai jeda. Tidak boleh 30 detik secara terus menerus,” ungkapnya.

Dijelaskan Yudha, waktu jeda untuk melihat GCM tergantung pada masing-masing orang.  “Tergantung dengan orangnya, kalau saya sendiri harus istirahat selama 1 menit baru bisa melanjutkan lagi,” ungkapnya.

Dikutip dari Idntimes.com, secara umum mata manusia tidak bisa melihat matahari secara langsung tanpa pelindungan apapun. Karena cahaya matahari secara normal mengeluarkan energi sebesar lima ribu kali lipat cahaya lampu, itulah mengapa manusia akan secara reflek menutup mata saat terkena cahaya matahari.

Baca Juga :   Dua Pembuat Sabu Dihukum 4 Tahun dan Denda Rp 800 Juta

Dapat menyebabkan solar retinopathy, cahaya matahari dapat merusak mata dengan cara memicu reaksi kimia pada retina. Sedangkan area itu sendiri sangat sensitif terhadap cahaya.

Ketika terlalu banyak cahaya yang masuk sel dan protein di retina yang membantu memproses gambar akan rusak. Akibatnya mata akan kesulitan melihat, dari detail kecil seperti tulisan pada koran, tekstur benda bahkan sampai kontur wajah seseorang. (nul/asd)