Angka Positif Terus Melonjak, Pansus Pertanyakan Efektivitas Kinerja Satgas

1041
DI POHJENTREK: Warga Sukorejo Kecamatan Pohjentrek juga ikut disambangi Muhammad Zaini, S.Pd saat reses III ini.

Pasuruan (WartaBromo.com)- Laju kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan kian tak terkendali. Alih-alih menurun, jumlah tambahan kasus positif justru meningkat tajam.

Hingga Sabtu (20/06/2020), jumlah kasus positif mencapai 277 orang. Sebanyak 27 di antaranya terkonfirmasi pada hari yang sama.

Menyikapi hal itu, Anggota Pansus Covid-19 DPRD setempat, M. Zaini mendesak tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk mengambil langkah kongkret demi mencegah penyebaran.

“Kami mendesak agar Gugus Tugas lebih berupaya lagi dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 ini,” katanya via aplikasi percakapan, Minggu (21/06/2020).

Zaini mempertanyakan efektivitas kinerja satgas dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, saat beberapa daerah lain menurun, di Kabupaten Pasuruan justru terus melonjak tajam.

Menyikapi hal itu, Zaini pun meminta satgas mengambil langkah nyata untuk melakukan penanganan.

“Saya berharap ada gerakan yang lebih riil lagi yang harus dilakukan di lapangan. Mungkin dengan melakukan rapid test massal di kerumunan. Jangan hanya masyarakatnya yang disalahkan karena kurang disiplin tapi satgasnya tidak melakukan apa-apa,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Zaini juga mempertanyakan kinerja aparat. Sebab, kendati angka kasus positif terus naik, razia protokol kesehatan justru jarang dijumpai.

“Jangan hanya rajin di awal. Sekarang kasusnya melonjak, tapi penertiban kerumunan justru tidak ada. Kan aneh,” terang politisi PDIP ini.

Di sisi lain, terkait lonjakan kasus positif belakangan ini, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya kembali mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin.

“Pandemi ini belum selesai. Masyarakat harus tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan agar ini tidak terus naik,” terangnya.

Terkait intensitas razia kerumunan yang kian jarang dilakukan, pihaknya menjanjikan untuk dilakukan evaluasi. “Yang patut diingat juga, kita belum pada tahap penerapan new normal, karena dari segi persyaratan kita belum memenuhi,” terang Anang. (tof/asd)