Pegiat Anti Korupsi Dibondet

1113

Kraksaan (wartabromo.com) – Seorang pegiat anti korupsi di Kabupaten Probolinggo dilempar bondet oleh orang tak dikenal. Beruntung ledakan bom ikan tersebut, tak  sampai menelan korban jiwa.

Pria nahas itu adalah Lutfi Hamid. Ia jadi sasaran lemparan bondet orang tak dikenal saat duduk-duduk santai di depan rumah di Desa Kandang Jati Wetan, Kecamatan Kraksaan pada Jumat, 26 Juni 2020 sekitar pukul 23.00 WIB. Waktu itu, ia sedang ditemani oleh 2 orang tetangganya.

“Tiba-tiba ada orang dari selatan melempar bondet ke arah saya. Langsung meledak. Beruntung saya dan teman-teman bisa menghindar. Kalau luka-luka hanya lecet karena terpental, badan sakit sekali,” kata Lutfi Hamid saat dikonfirmasi oleh wartabromo.com pada Minggu malam, 28 Juni 2020.

Bondet yang dilempar, kata Lutfi, sebanyak 2 kali. Di lempar oleh 4 orang dari arah berbeda, yakni dari arah selatan dan utara. Bondet itu, merusak toko miliknya.

“Mereka ada 4 orang, naik sepeda motor dari arah selatan dan utara. Setelah melempar, mereka melarikan diri,” tutur pria yang biasa dipanggil Yek Lut itu.
Ledakan di tengah malam itu, membuat warga sekitar terkejut. Mereka pun berbondong-bondong ke rumah Yek Lut.

“Banyak warga yang ke sini. Sehingga saya baru keesokan harinya melaporkan kejadian itu ke polisi,” ungkap ketua LSM AMPP tersebut.

Berbeda dengan pengakuan Yek Lut, Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengaku pihaknya belum mendapat laporan dari korban. Meski begitu, pihaknya sudah mengetahui aksi teror bahan peledak tersebut. Namun, pihaknya belum bisa melakukan penyelidikan mendalam.

“Gimana mau menyelidiki, wong dia tidak laporan ke kami. Kalau kejadiannya kami sudah mendengar, tapi untuk proses lebih lanjut, dia belum lapor,” ujar mantan Kasat Sabhara Polres Probolinggo itu, secara terpisah.

Sekadar informasi, Lutfi Hamid dengan lembaga sosial  yang dinaungi kerap mengawal kasus penyelewengan keuangan negara. Aktivitas lembaganya yang sempat mengemuka, di antaranya terkait kasus dugaan penyelewengan anggaran di Desa Asembakor. (saw/ono)