Angka ODP Mendadak Tembus 1.369, Apa yang Terjadi?

2163
Rapid Test massal PT ATI Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan (WartaBromo.com)- Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Pasuruan mendadak melonjak tajam.

Tak tanggung, hingga per Senin (30/06/2020), jumlah ODP mencapai 1.369 orang. Di mana, Kecamatan Gempol tercatat  dengan jumlah ODP paling banyak, 1.000 orang lebih.

Belum diketahui apa yang menjadikan ODP mendadak melonjak sebanyak itu. Anggota Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini angkat bicara.

Politisi PDIP ini mengatakan, jika dibandingkan dengan jumlah kasus positif, banyaknya angka ODP merupakan hal yang wajar.

“Akan tetapi, menjadi tidak wajar karena lonjakan itu tiba-tiba saja terjadi. Ini yang justru menimbulkan pertanyaan,” kata Zaini.

Dari catatan media ini, adanya lonjakan ODP itu terjadi pada Kamis (26/06/2020) lalu. Saat itu, jumlah ODP yang pada hari sebelumnya tercatat 289 orang, mendadak naik menjadi 1.360 orang.

Adanya lonjakan itu bersamaan dengan angka positif yang mencapai 318 orang. Dimana, 15 diantaranya berasal dari Gempol.

Zaini mengatakan, sangat mungkin lonjakan itu merupakan hasil tracing dari pasien yang terkonfirmasi positif.

“Jika memang itu dari hasil tracing, seharusnya tambahan itu konstan terjadi. Artinya, ketika ada pasien positif, seharusnya ODP bertambah,” terangnya.

Karena itu, menurut Zaini, justru menjadi aneh ketika banyak ditemukan kasus positif angka ODP tidak berubah. Misalnya saat ditemukan 24 hingga 29 kasus positif. Sementara angka ODP, berkisar 200-250 orang.

Begitu juga dengan hari ini. Dikatakan Zaini, jika dihitung sejak tanggal Kamis (26/06/2020) lalu, terjadi penambahan 18 pasien positif. Akan tetapi, bersamaan dengan itu, jumlah ODP hanya bertambah 9 orang.

“Ini aneh. Apa iya mereka yang terkonfirmasi tidak menjalin kontak dengan orang lain. Logikanya mereka semua pernah berkontak dengan orang lain. Jika ada satu saja pernah kontak, tambahan ODP-nya juga 18. Ini cuma 9 tambahan ODP-nya,” kata Zaini.

Karena itu, Zaini yang juga sekretaris Komisi III ini kembali mengingatkan kepada Gugus Tugas untuk benar-benar patuh pada panduan tracking-tracing. Karena jika tidak, sulit untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menjelaskan, lonjakan angka ODP lebih karena pada hasil kerja tim surveilans. Beberapa waktu terakhir penelusuran cukup gencar, khususnya ketika diketahui banyaknya pasien positif di Kecamatan Gempol.

“Memang ada lonjakan, terutama yang klaster Gempol,” kata Sudiono Fauzan. (asd/ono)