Biaya Operasional Tahanan Polres Pasuruan Membengkak

682
TEGAS: Kapolres Pasuruan AKBP. Rofiq R. Himawan saat menyampaikan paparannya di hadapan Pansus Covid-19 DPRD setempat, Senin (6/07/2020).

 

Pasuruan (WartaBromo.com)- Pandemi Covid-19 membuat biaya operasional penangaman tahanan Polres Pasuruan membengkak.

Pasalnya, setiap tahanan baru harus menjalani serangkaian pemeriksaan terkait protokol kesehatan sebelum dimasukkan ke ‘hotel prodeo’.

Kapolres Pasuruan AKBP. Rofiq Ripto Himawan mengatakan, ada dua protokol kesehatan yang wajib dijalani setiap tahanan baru.

“Semua tahanan baru kami lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum masuk. Ada rapid test dan juga swab,” terangnya saat hadir dalam rapat pansus Covid-19 DPRD setempat, Senin (6/07/2020).

Untuk keperluan itu, lanjut Kapolres, biaya yang dikeluarkan setiap tahanan mencapai Rp 1, 5 juta.

“Rapid saja itu kisaran Rp 250 an per orang. Swabnya satu juta sekian. Jadi kira-kira Rp 1, 5 juta per tahanan. Dan itu sudah menjadi SOP kami,” jelas Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, saat ini jumlah tahanan Polres Pasuruan sebanyak 118 orang. Angka itu jauh lebih banyak ketimbang kapasitas ruang tahanan yang hanya 40 orang.

“Makanya kami juga tidak ingin mengambil risiko. Saya tidak bisa membayangkan jika ada satu saja yang positif, semua yang ada di dalam pasti kena,” terangnya.

Pada sisi yang lain, diterapkannya SOP penangaman tahanan menyebabkan biaya operasional membengkak. Akibatnya, anggaran uang makan banyak yang tersedot.

“Dan untuk makan tahanan bulan September, itu sudah habis. Ndak tahu nanti kita carikan darimana,” ungkap Kapolres. (asd/ono)