Tuyul, Demit Kecil Demen ‘Nyolong’

1515

Pasuruan (Wartabromo.com) – Siapa yang tak kenal dengan tuyul? Digambarkan sebagai makhluk astral berwujud anak-anak, tuyul sering dimanfaatkan untuk pesugihan.

Beberapa sumber menyebutkan, tuyul berasal dari janin yang meninggal saat dilahirkan atau sengaja digugurkan oleh ibunya. Itulah mengapa tuyul dipercaya memiliki tingkah selayaknya anak-anak.

Tuyul memiliki kebiasaan bermain seperti anak-anak, dan gemar mengambil sesuatu. Alhasil, banyak yang memanfaatkannya untuk mencuri harta manusia, uang atau perhiasan. Tentu dengan imbalan yang terbilang di luar nalar.

Menurut mitos di Jawa, imbalan untuk tuyul yang sudah menghasilkan kekayaan secara instan biasanya berupa tumbal nyawa. Entah dari keluarga atau orang lain.

Ada pula yang meminta jiwa dari seseorang agar bisa diperbudaknya di kemudian hari. Apabila majikannya perempuan, maka harus rela untuk menyusui tuyul tersebut. Konon, yang diminum tuyul adalah darah dari tubuh majikan.

Merinding euy!

Meski terdengar gahar, ternyata tuyul hanya bekerja sesuai perintah. Misalnya, ia diminta mengambil uang Rp50.000 oleh majikan, hanya uang sejumlah itu yang akan diambil. Meskipun ada uang yang nominalnya lebih besar, tuyul tak akan tertarik mengambilnya. Biasanya tuyul mengambil uang lembar per lembar serta mengambil uang sejenis.

Tak sampai disitu, tuyul mudah ‘dikibuli’ lho. Masyarakat percaya, tuyul suka bermain dengan hewan kecil seperti yuyu atau kepiting kecil yang biasanya ditemui di sungai. Kalau sudah ketemu hewan itu, tuyul akan terus memainkannya hingga lupa pekerjaan. Maka dari itu, tak sedikit orang yang meletakkan yuyu di sudut-sudut rumah untuk menangkal tuyul.

Selain yuyu, benda lain seperti jarum juga disebut-sebut dapat menangkal tuyul. Pasalnya, tuyul takut pada jarum.

Terlepas dari benar tidaknya, cerita-cerita tentang tuyul telah mengakar pada kebudayaan Indonesia. (bel/may)