Daging Kurban Numpuk? Begini Caranya Agar Awet

1637

Pasuruan (Wartabromo.com) – Pemerintah telah menetapkan Idul Adha jatuh pada 31 Juli 2020 mendatang. Setiap hari raya kurban, berbagai olahan daging kambing dan sapi selalu menjadi hidangan yang ditunggu-tunggu.

Biasanya, tak sedikit orang-orang yang menerima daging kurban dalam jumlah cukup banyak. Jika jumlahnya banyak, tidak menutup kemungkinan, sebagian daging disimpan untuk diolah kemudian hari.

Tapi, sudah tahukah bolo bagaimana trik menyimpan daging kurban agar tak mudah rusak?

Nah, wartabromo telah merangkum dari beberapa sumber, apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan agar daging kurban tahan lama.

1. Cuci tangan sebelum memotong daging

Cuci tangan memang terdengar sepele. Tapi, saat akan mengolah apapun sangat dianjurkan untuk mencuci tangan. Pasalnya, telapak tangan bisa menjadi sarang bakteri. Nah, apabila tidak mencuci tangan saat akan menyimpan daging dapat berisiko membuat daging cepat membusuk.

Selain mencuci tangan, segala peralatan yang akan digunakan juga harus dicuci bersih. Daging juga perlu dibersihkan menggunakan air mengalir.

2. Pisahkan daging dan jeroan

Sebelum membungkus daging untuk disimpan, pastikan sudah dipisah antara daging dan jeroan. Pasalnya, jeroan lebih cepat rusak ketimbang daging. Apabila diperlukan, pisahkan keduanya dalam 2 pendingin berbeda agar tak terjadi kontaminasi silang.

3. Jangan campur beberapa jenis daging dalam satu tempat

Masing-masing daging memiliki masa simpan yang berbeda-beda. Daging sapi segar yang disimpan dalam freezer bersuhu -17 derajat Celcius bisa bertahan 4-6 bulan. Sementara daging ikan memiliki daya tahan 6 bulan dan daging ayam memiliki masa simpan yang cukup lama yakni satu tahun jika disimpan dalam feezer.

Masa simpan jenis daging yang berbeda ini, membuat kita harus memisah-misahkannya. Tempatkan daging di wadah-wadah berbeda. Pastikan wadah dalam kondisi tertutup, supaya tak mempengaruhi kondisi daging.

4. Potong daging dengan ukuran lebih kecil

Cara ini cukup efektif untuk memperkecil risiko bakteri berbahaya menempel di permukaan daging. Selain itu, potongan kecil-kecil sesuai kebutuhan ini dimaksudkan agar ketika akan dimasak, daging bisa diambil seperlunya. Jadi, daging yang belum diguankan tetap di dalan freezer.

Hindari menyimpan daging dalam ukuran besar-besar. Sebab, daging yang terlanjur dikeluarkan sudah mencair, tidak dianjurkan dimasukkan kembali ke dalam kulkas. Ini lantaran mikroba akan semakin banyak dan mempercepat proses pembusukan.

5. Keringkan daging sebelum disimpan

Daging yang telah dicuci menggunakan air bersih jangan langsung disimpan. Pastikan kadar air dalam daging telah benar-benar menurun. Pasalnya, daging basah menjadi salah satu ladang subur bagi tumbuhnya berbagai macam bakteri berbahaya dan membuatnya mudah busuk.

6. Simpan daging dalam wadah kedap udara

Saat menyimpan daging, hindari penggunaan keresek. Plastik food grade dengan lapisan penutup bisa menjadi pilihan.

Wadah kedap udara juga dapat dijadikan solusi. Hal tersebut dilakukan agar daging tak terlalu banyak bersentuhan dengan udara bebas. Tidak adanya udara di dalam wadah akan membuat bakteri mati sehingga dapat membuat daging lebih awet.

Saat menyimpan daging dalam wadah, pastikan untuk mengontrol kesegarannya. Berikan tanda berupa tanggal kapan pertama daging disimpan.

7. Lakukan tahapan suhu untuk menyimpanan dan mengeluarakan daging

Mula-mula, daging dimasukkan dalam kulkas di bagian refrigerator selama 24 jam. Barulah kemudian bisa dipindahkan ke dalam freezer.

Begitu pula saat mengeluarkan daging, lakukan secara bertahap. Keluarkan daging dari freezer ke bagian refrigerator hingga mencair. Selanjutnya, daging bisa dikeluarkan dari kulkas dan siap diolah. Tahapan dimaksudkan untuk menghindari temperatur shock yang menyebabkan daging menjadi alot.

Jadi, gak perlu bingung lihat daging kurban numpuk dirumah. Terapkan langkah-langkah diatas agar daging tetap sehat dan tahan lama. Selamat mencoba! (bel/may)