Terkendala Kartu ATM, BLT-DD Tahap 2 Belum Tuntas

838

Kraksaan (wartabromo.com) – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap 2 di Kabupaten Probolinggo belum sepenuhnya tuntas. Sebagian warga penerima bantuan terdampak wabah Covid-19 itu, terkendala kartu ATM yang belum turun.

Salah satunya adalah warga di Desa Sentul, Kecamatan Gading. Hingga Selasa, 28 Juli 2020, sebanyak 185 warga belum dapat menerima bantuan berupa uang Rp600 ribu per bulan. Jumlah ini, sekitar 30 persen dari alokasi yang dipersyaratkan dalam edaran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Belum, terkendala kartu ATM yang belum selesai dikirim. Kan sekarang via tranfer perbankan, tidak tunai seperti sebelumnya. Kalau di desa saya, tidak ada perubahan jumlah penerima,” kata Timbul Sujatmiko selaku kepala desa setempat.

Penyaluran via ATM, menurut Timbul, lebih bagus dibandingkan dengan penyaluran berupa uang tunai. Karena tidak perlu mengumpulkan massa ke kantor desa. Sehingga efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Itu lebih bagus dibanding tunai. Juga menghindari gesekan di masyarakat,” lanjutnya.

Berdasarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, sudah ada 189 dari 325 desa yang menyalurkan BLT DD Tahap II per 23 Juli 2020. Penyaluran itu setara dengan 58.15 persen.

Dana sebesar Rp21.292.800.000 dikucurkan bagi 35.488 keluarga penerima manfaat (KPM). Di antaranya ada 12.413 kepala keluarga (KK) yang berstatus kehilangan pekerjaan dan 462 KK lainnya dengan status penyakit kronis. Lainnya adalah warga yang tidak tercakup bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial dan Provinsi Jawa Timur.

“Secara bertahap, penyaluran itu juga akan dilakukan pada desa yang lain. Kami fokus pada proses penyaluran tahap 2 yang masih kurang sekitar 40 persen. Cepat atau lambat, yang lain juga akan menyusul,” kata Kepala DPMD setempat, Edy Suryanto ketika dihubungi secara terpisah melalui selularnya.

Edy memastikan, tidak akan ada desa yang tidak menyalurkan bantuan tersebut. Namun, sejauh ini, sebagian desa masih dalam tahap pengkajian atau proses.

“Sehingga tidak bisa disalurkan serentak. Jadi bertahap seperti tahap pertama dulu. Pasti tersalurkan semua. Kalau ada perubahan jumlah penerima, apakah itu ditambah atau dicoret, harus melalui musdessus (musyawarah desa khusus),” tandasnya. (saw/saw)