Viral Dugaan Fetish Kain Jarik Modus Riset Mahasiswa

17758

Surabaya (WartaBromo.com) – Sebuah utas mengenai dugaan pelecehan seksual jadi perbincangan hangat di sosial media. Utas tersebut bercerita terkait pemuda yang diduga “fetish kain jarik” dengan cara meminta korban membungkus diri seperti dikafani.

Kisah ini bermula dari sebuah utas yang ditulis pemuda berinisial MF di akun Twitternya. Ia menceritakan telah dikirimi pesan oleh seorang pemuda yang mengaku sebagai salah seorang mahasiswa tingkat akhir di Universitas di Surabaya.

“Hingga pada Jumat kemaren si anak ini, namanya Gilang, ngechat aku. Terus akhirnya nanyain no WA ke aku, sebelum aku kasih aku tanya dong, buat apa? Katane dia buat riset proyek tulisannya dia. Ya udah lah yaa, gw kasih no gw,” jelasnya.

Baca Juga :   Koran Online 1 Agustus : Bocah Main Korek Bikin Kios Bensin Terbakar hingga Pendaki Semeru Terjatuh saat Terobos Radius Aman

Setelah beberapa saat, keduanya pun bertukar pesan. Gilang menjelaskan tujuannya meminta nomor handphone MF. Ia pun menceritakan sedang mengerjakan tugas akhir, dan dikejar deadline karena sudah semester 10.

“Ia bilang sedang ngadain riset tentang bungkus-membungkus. Waktu gue nanya maksudnya apa pasti dialihin gitu lah, kayak jangan nanya-nanya dulu, nanti juga bakal tau dsb,” lanjutnya.

Gilang meminta bantuan MF untuk menjadi objek bungkus-membungkus. MF harus membungkus seluruh badan dari kepala hingga mata kaki dengan kain jarik. Ia berdalih, metode bungkus-membungkus itu untuk riset emosi objek.

“Katane dia lagi bikin tulisan gitu. Nah dia bungkus-bungkus gue gitu biar gue tertekan terus ngeluarin emosi-emosi kayak nangis, cemas, gugup gitu-gitu,” kata MF.

Baca Juga :   Waduh! Ternyata Dentuman Misterius Kerap Muncul di Indonesia

MF pun setuju dijadikan objek riset, setelah Gilang memohon kepadanya. Untuk mempraktikan hal ini, MF tak bisa sendiri. Ia kemudian mengajak rekannya untuk membantu melakukan bungkus-membungkus ini.

Selain menggunakan jarik, metode ini juga menggunakan lakban. Jadi korban dilakban terlebih dahulu dari kaki hingga bagian atas, termasuk mulut dan mata korban. Baru kemudian dililit menggunakan kain jarik.

Korban harus menjalankan permintaan riset ini selama jangka waktu tertentu. MF mengaku Ia dibungkus selama 3 jam. Setelah itu, perilaku Gilang semakin aneh karena sempat melayangkan chat seperti menggoda. Seperti memanggil MF dengan sebutan “Ganteng” dan juga melontarkan kata-kata peluk yang katanya hanya candaan.

Namun tak berhenti sampai disitu, Gilang kemudian meminta rekan MF untuk ikut metode bungkus-membungkus ini. Kemudian di tengah proses, rekan MF mengeluhkan sesak napas. MF pun membuka bungkusan temannya dan bilang ke Gilang.

Baca Juga :   Polisi Selidiki Video Mesum di Taman Maramis

Hal ini memancing kemarahan Gilang. Ia sempat mengancam MF. Namun MF tak gentar. Ia turut mengatakan jika Gilang tak selayaknya marah karena riset ini dilakukan secara sukarela dengan prinsip tolong-menolong.