Lagi, Ketua KPU Kota Probolinggo Dicatut Penipu

1017

Probolinggo (wartabromo.com) – Ketua KPU Kota Probolinggo kembali dicatut penipu. Modusnya sama, yakni menawarkan lelang kendaraan negara melalui chat pribadi pada beberapa nomor.

Salah satu kenalan Ahmad Hudri yang hampir menjadi korban penipuan adalah Singgih Wijanarko. Ia mengaku ada nomor tak dikenal menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp. Nomor +62 822 7299 3814 itu, tertulis nama ~Ahmad Hudri. Lengkap dengan foto profil Ketua KPU Kota Probolinggo, Ahmad Hudri.

“Saya awalnya gak curiga, karena chat biasa. Saya pikir itu, nomor baru milik ketua KPU yang saya kenal. Lalu menawarkan lelang itu. Lengkap dengan daftar kendaraan yang dilelang. Nah dari situ saya curiga, saya turuti saja dan pura-pura ikut lelang Kijang Innova G2,4,” tutur Singgih, pada Minggu, 2 Agustus 2020.

Untuk memastikannya, Singgih kemudian menelepon nomor Ahmad Hudri yang selama ini dipakai. Telepon itu diangkat oleh pemilik nomor. Ternyata dugaan Singgih benar, karena suara penerima bukanlah suara Hudri yang selama ini dikenal dengan baik.

“Bukan suara yang saya kenal. Dari situ, si penipu ini meminta saya transfer sejumlah uang dahulu untuk DP,” jelasnya.

Karenanya, lelaki yang beralamat di Jalan Brantas Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan itu, mengontak langsung Ahmad Hudri. Diketahui jika memang nomor itu bukanlah dirinya. Melainkan oknum lain yang mengatasnamakan Hudri. “Ketua KPU memastikan itu bukan nomornya,” tandas Singgih.

Ahmad Hudri saat dikonfirmasi oleh wartabromo.com juga memastikan jika dirinya dicatut oleh orang lain. Bahkan bukan cuma Singgih yang memberitahu terkait upaya penipuan yang mengatasnamakan dirinya. “Betul, saya juga ditelepon beberapa rekan KPU. Termasuk salah satunya Pak Singgih itu. Bukan, itu bukan saya. Nomornya pun bukan milik saya,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo itu pun, mengimbau agar masyarakat atau kerabat yang merasa kenal dirinya agar berhati-hati. Termasuk segala macam permintaan tolong, yang mengatasnamakan dirinya. Sebab, bukan kali ini saja pen-catutan namanya oleh orang lain terjadi.

“Ini bukan kali pertama. Kalau tidak salah, ini yang keempat kalinya, upaya penipuan mengatasnamakan saya, Mas. Saya belum memikirkan apakah lapor ke polisi atau tidak,” tandas pria berkacamata itu. (lai/saw)