Para Tionghoa dan Usahanya Membangun Pendidikan Pertama di Pasuruan (1)

4645

Sejarah pendidikan kaum Tionghoa di Pasuruan tercatat sejak seabad lebih lalu. Senyampang itu, perjalannya acapkali dipenuhi kronik.

Oleh: Amal Taufik

BANGUNAN itu terletak di Jalan Soekarno Hatta Nomor 40, Kota Pasuruan. Pada gapura depan tertulis “SMAN 1 Pasuruan”.

Sekitar 84 tahun yang lalu, tempat itu berfungsi sebagai Zhong Hua Xue Xiao atau sekolah Tionghoa. Sekolah ini merupakan sekolah Tionghoa pertama di Kota Pasuruan.

Sekolah tersebut diinisiasi oleh Tionghoa Hwee Koan (THHK), sebuah perkumpulan warga Tionghoa pertama di Kota Pasuruan. Perkumpulan ini berdiri pada tanggal 3 Mei tahun 1904.

Dalam catatan buku peringatan ulang tahun ke-50 THHK, perkumpulan ini berdiri setelah kedatangan seorang tokoh reformis dari Tiongkok yang bernama Kang You Wei ke Pasuruan. Kang You Wei datang ke Pasuruan dan berpidato di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Kang You Wei saat itu mendorong para perantau Tionghoa untuk mendirikan perkumpulan dan lantas memotivasi mereka tentang pentingnya memerhatikan pendidikan bagi generasi penerus.

“Djalan satu-satunya djang paling baik adalah menggabungkan seadanja perkumpulan Tionghoa di sini dan mendirikan THHK sebagai pusat,” kata Kang You Wei sebagaimana tertulis dalam buku tersebut.

THHK pun terbentuk dan diketuai pertama kali oleh Han Hoo Tong. Han Hoo Tong merupakan salah seorang pengusaha gula paling kaya di Pasuruan.

Awal-awal sekolah THHK berdiri, tempat yang dipakai untuk proses belajar mengajar adalah di kediaman Han Hoo Tong, yakni yang sekarang oleh masyarakat dikenal sebagai Gedung Yayasan Pancasila.

Seiring berjalannya waktu, sekolah ini terus berkembang dan memiliki reputasi yang baik. Catatan dalam buku, baru 1 tahun sekolah berjalan, sudah ada lebih dari 100 murid yang ingin masuk. Sekolah bahkan sempat pindah 3 kali untuk mencari gedung yang lebih besar.

Ketua THHK Pasuruan saat ini, Setio Yuwono (77) menuturkan, berdasar buku tentang THHK yang ia miliki sekolah mulai menempati gedung yang kini menjadi SMAN 1 Pasuruan itu pada tahun 1936.

“Han Hoo Tong tercatat 2 kali meminjamkan tempatnya untuk kelas. Sampai tahun 1930-an murid makin banyak. Dan pada tahun 1936 mendirikan di situ (Gedung SMAN 1 Pasuruan),” kata Yuwono.

Pada tahun 1942, Jepang masuk ke Pasuruan. Gedung sekolah THHK itu kemudian direbut oleh Jepang dan dijadikan tempat propaganda.

Bagus Amrulloh Eri Pradana, dalam artikelnya yang berjudul THHK Riwayatmu Kini: Jejak Sekolah Tionghoa di Kota Pasuran menulis, pada saat itu ada beberapa tokoh THHK yang ditangkap Jepang dan diasingkan ke Cimahi, Jawa Barat. (Bersambung)