Curhat Petugas Coklit Keliling di Tengah Pandemi, Dikira Robot hingga Tak Dibukakan Pintu

966

Pasuruan (WartaBromo.com) – Jelang pemilihan Wali Kota, KPU Kota Pasuruan melaksanakan coklit atau pencocokan dan penelitian data pemilih. Berbagai kejadian unik mengiringi proses coklik di tengah wabah Covid-19 ini.

Berbeda dari pemilihan umum (pemilu) sebelumnya, KPU wajib melaksanakan tahapan pemilihan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Di antaranya dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berkeliling ke rumah-rumah warga.

“PPDB sudah dibekali protokol kesehatan. Petugas dibekali keterangan rapid test, ada surat tugas menyatakan sehat,” jelas Nanang Abidin, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih & Partisipasi Masyarakat KPU Kota Pasuruan.

APD di antaranya baju hazmat untuk berkeliling, masker, face shield hingga sarung tangan sekali pakai. KPU bahkan menegaskan, warga bisa menolak petugas yang datang tanpa APD.

Mukhamad Zahid, Ketua Divisi Perencanaan Data & Informasi KPU Kota Pasuruan mengungkap, banyak kejadian unik yang ditemukan petugas saat menjalankan tugas.

“Ada yang gak dibukain pagar, dikira petugas covid mau jemput. Dibilang robot, karena pakai hazmat,” cerita Zahid.

Saat itu, petugas langsung berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk meyakinkan jika merupakan petugas dari KPU. Hingga kemudian warga mau membukakan pintu.

Pun demikian, sebelum berkeliling, petugas juga berkoordinasi dengan gugus tugas di masing-masing kelurahan. Tujuannya untuk memastikan jika ada warga yang terindikasi Covid-19.

“Tapi ada juga yang enak. Baru-baru ini kan bantuan covid cair, jadi ada yang ngira dapat bantuan. Kayak bukti sudah coklit, stiker ditempel di sini saja biar dapat bantuan katanya warga gitu,” terang Zahid sambil tertawa.

Diketahui proses coklit ini sudah berjalan mulai 15 Juli – 13 Agustus 2020. Setidaknya ada 155.044 warga yang dilakukan proses coklit sebelum ditetapkan sebagai DPT pada pilwali 9 Desember mendatang. (may/ono)