Pusat Diminta Serahkan SPAM Tancak ke Daerah

1009

Tiris (wartabromo.com) – Proyek SPAM Tancak Tiris yang dibangun pada 2016 lalu tak kunjung beroperasi. Agar dapat dioperasikan, Pemkab Probolinggo mengajukan proyek air bersih milik pemerintah pusat itu diserahkan ke daerah.

Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Kali Tancak di Kecamatan Tiris dibangun dengan dana senilai Rp30 miliar pada 2016. Pertengahan 2017, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI itu dinyatakan selesai dan siap uji coba. Namun hingga kini, proyek dengan sistem gravitasi tersebut tak kunjung beroperasi. Proyek itu pun terkesan sia-sia pemanfaatannya.

Kabid Kawasan Permukiman pada Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo, Ruli Nasrullah menyebut pihaknya sejak tahun lalu sudah berupaya mengajukan penyerahan aset. Rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, selaku pemilik aset sudah sering dilakukan. Bahkan sudah ada draf kerjasama antara Bupati Probolinggo dengan Kementerian PUPR.

“Tetapi dalam perkembangannya, masih belum ada realisasi dari pihak balai. Jadi belum ada keputusan soal rakor yang digelar tahun 2019 lalu itu. Memang untuk penentuan keputusan serah terima aset, memerlukan proses yang lama. Dan itu melibatkan pemerintah pusat melalui kementerian PUPR,” ungkap Ruli pada Jumat, 7 Agustus 2020.

Ia pun berharap, penyerahan aset ini bisa ditindaklanjuti kembali oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Supaya dapat dianggarkan biaya perbaikan dan proyek itu bermanfaat bagi warga. “Harapan kita semoga usulan tentang serah terima itu, bisa dikabulkan sehingga penanganannya lebih mudah. Walaupun dana penanganan menyesuaikan alokasi anggaran,” kata Ruli.

Dengan sistem gravitasi, SPAM Tancak mempunyai debit air mencapai 200 liter/detik. Aliran itu, bakal mampu melayani 15 ribu SR (sambungan rumah) yang tersebar di banyak desa. Seperti Desa Tegalsono, Bulujaran Lor, Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan; hingga Desa Gunung Geni, Kecamatan Banyuanyar.
Daerah tersebut tidak akan kesulitan untuk mengambil air bersih.

SPAM Kali Tancak lebih efisiensi dan airnya bisa menyala hingga 24 jam. Berbeda dengan menggunakan jaringan PLN. Di mana debit airnya mencapai 50 liter/detik dan hanya mampu melayani 5.000 hingga 6.000 SR. (saw/ono)