Jual Cat Palsu ke Takmir Masjid, Pria Asal Gempol Diamankan Polisi

2560

Pasuruan (WartaBromo.com) – Seorang pria menipu takmir masjid di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, dengan menjual cat palsu. Akibatnya, ia kini harus mendekam di balik jeruji besi.

Kanit Reskrim Polsek Pasrepan, Aipda Hasanudin menjelaskan, penipuan itu terjadi pada Minggu (26/07/2020) di Masjid Baiturrohim yang terletak di Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Saat itu pria yang bernama M. Khoironi (30) tersebut menjual cat waterproof oplosan dalam galon kepada kepada takmir masjid. Modusnya, ia mengaku dari PT Cipta Karya Abadi dan akan memberikan bantuan kepada masjid.

Bantuan itu antara lain semen sebanyak 25 sak, galvalum sebanyak 47 lembar, kayu kamper dan kayu meranti. Modusnya, agar mendapatkan bantuan itu, pria Gempol ini mengatakan kepada takmir harus terlebih dulu membeli cat yang dijualnya.

Per galonnya oleh pelaku dijual dengan harga Rp600 ribu dan takmir masjid saat itu membeli 2 galon cat. Sementara, kata Hasanudin, pelaku mendapatkan cat oplosan itu per galon seharga Rp110 ribu.

“Saat tahu ditipu, korban woro-woro ke grup WhatsApp para takmir,” kata Hasanudin kepada WartaBromo, Jumat (07/08/2020).

Rupanya pelaku belum puas beraksi di sekitaran Kecamatan Pasrepan. Setelah di Desa Ampelsari itu, ia kembali beraksi dan kini sasarannya adalah salah satu masjid di Desa Pasrepan.

Tetapi karena aksinya sudah ramai diperbincangkan di grup WhatsApp, kali ini takmir yang akan jadi korban sudah bersiap. Saat pelaku datang si takmir langsung menghubungi polisi.

“Takmir bilang uangnya masih dibawa temannya. Kemudian menghubungi kami,” imbuh Hasanudin, menceritakan upaya penangkapan penipu itu.

Mendapat laporan tersebut, polisi kemudian langsung meluncur ke lokasi dan meringkus pelaku. Kepada polisi, ia mengaku berkali-kali melakukan penipuan ini dan rata-rata korbannya adalah takmir masjid.

Selama 2 minggu terakhir, lanjut Hasanudin, pelaku sudah menjual 40 galon dan meraup keuntungan sebesar Rp7 juta dari menjual cat oplosan.

“Pelaku sudah beraksi di banyak tempat. Di Gempol, Bangil, Wonorejo, Purwodadi, Purwosari, Tutur. Modusnya sama, setelah beli cat dijanjikan bantuan,” pungkas Hasanudin. (tof/ono)