Dua Sekolah Diizinkan Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

3550
Bupati Probolinggo Tantriana Sari Dewi.

Probolinggo (wartabromo.com) – Bupati Probolinggo P Tantriana Sari mengizinkan 2 lembaga di jenjang SMA/SMK untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Pembatasan tetap diterapkan, karena Ia khawatir terjadi penyebaran Covid-19 di kalangan siswa.

Kebijakan itu diambil oleh Bupati Probolinggo dalam menyikapi instruksi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menguji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di jenjang SMA/SMK pada 18 Agustus 2020. Dua lembaga itu adalah SMKN 2 Kraksaan dan SMAN 1 Leces. Sebab, ia khawatir terjadi penyebaran Covid-19 di kalangan siswa.

“Kami izinkan hanya untuk dua lembaga saja. Itu pun harus merujuk pada aturan penerapan protokol kesehatan yang didalamnya. Berdasar hasil kajian dari jurnal tentang penyebaran Covid-19 yang sangat rentan terjadi pada anak-anak dan lansia,” ujar Tantri.

Selain penerapan protokol kesehatan secara ketat, kapasitas peserta didik juga dibatasi. Yakni membatasi maksimal hanya 25 persen dari kuota jumlah siswa tiap kelasnya. Juga pembatasan jam pelajaran hanya selama 4 jam per harinya.

Untuk mengawal instruksi gubernur itu, Pemkab Probolinggo telah menyusun rencana tentang wajib rapid test terhadap 2 warga sekolah itu. Mulai dari para guru, murid, pedagang kantin, satpam, hingga tukang parkir, tanpa terkecuali. Akan dilakukan sebanyak 2 kali diawal pelaksanaan PTM pada 18 Agustus hingga proses uji coba PTM berakhir pada akhir bulan ini.

“Sebenarnya kondisinya belum ideal untuk menguji cobakan hal tersebut. Namun untuk mengawal kebijakan Gubernur, maka saya telah perintahkan kepada gugus tugas untuk merapid test secara rutin seluruh warga sekolah,” ungkap Bupati Probolinggo 2 periode itu.

Selama uji coba, tim Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo akan memantau setiap harinya. Jika ada satu saja warga sekolah yang dinyatakan reaktif dan positif Covid-19, Bupati Probolinggo memastikan akan menghentikan kegiatan PTM tersebut.

“Ya dihentikan. Semoga dengan langkah-langkah yang kami ambil ini, bisa mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan yang akan memulai masa uji cobanya pada 18 Agustus mendatang,” tandas istri Hasan Aminuddin tersebut. (saw/ono)