Tertunda Karena Covid-19, Konfercab PCNU Kabupaten Probolinggo Digelar

1502

Probolinggo (wartabromo.com) – Konferensi Cabang (konfercab) IX Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU)  Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2020-2025 digelar, Minggu (23/08/2020). Giat yang tertunda karena Covid-19 itu, didanai dari hasil koin NU.

Ketua Panitia Konfercab IX NU Kabupaten Probolinggo, Misbahul Munir, mengatakan konfercab itu sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Karenanya pelaksanaan konfercab digelar di kantor PCNU setempat itu pun menggunakan protokol kesehatan dan pembatasan peserta. Panitia membatasi jumlah peserta dari masing-masing ranting hanya 2 orang, yakni ketua tanfidziah dan rais syuriah.

“Panitia Konfercab NU mengurangi jumlah peserta yang umumnya diikuti 4-5 orang pada setiap ranting NU, karena alasan penerapan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Munir menuturkan pembahasan tata tertib (tatib) sidang komisi Konfercab NU itu, telah dilakukan jauh hari sebelumnya pada sesi pra-konfercab. Supaya musyawarah tertinggi pada level Pengurus Cabang NU itu,  untuk mempersingkat waktu pembahasan. Sehingga tidak terlalu lama dan terjadi kerumunan banyak orang.

“Kami batasi pesertanya dari 4 sampai 5 orang menjadi 2 orang. Nah untuk tata tertib sidang dan bahtsul masail (pembahasan masalah-red) pada sidang komisi telah dibahas sebelum ini. Artinya ada pra-konferensi,” ungkap Munir.

Separuh pembiayaan Konfercab IX PCNU Kabupaten Probolinggo itu, merupakan hasil sumbangan para kader dan warga NU melalui Koin NU Peduli.

Hal tersebut sebagai aplikasi dari harapan Konfercab NU kali ini yang mengusung tema ‘Menuju Nahdlatul Ulama Mandiri’.

Konfercab NU Kabupaten Probolinggo dibuka oleh Mustasyar PCNU, Hasan Amninuddin bersama jajaran PWNU Jawa Timur.

Katib Syuriah PWNU Jawa Timur, KH. Syafruddin Syarif, dalam sambutannya pada sesi pembukaan mengajak para kader dan pengurus NU hingga tingkat ranting, untuk tidak berkecil hati menjadi bagian dari NU. Sebab mata dunia saat ini sedang menjadikan NU sebagai acuan Islam yang damai.

“Banyak tokoh agama Islam di Asia dan Eropa itu, datang ke PBNU untuk meminta diberikan pemahaman keagamaan ala Nahdlatul Ulama. Mereka minta diajarkan cara berdamai bagi daerah konflik. Jadi mari kita terus memberikan yang terbaik untuk NU dimana pun kita berada,”  ujarnya. (saw/ono)