Siswa SD – SMP Kabupaten Pasuruan Dapat Kuota Gratis 4 Bulan

2180
DUKUNG PENDIDIKAN: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi (kanan) berfoto bersama usai menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan, Komisi IV dan perwakilan provider, Senin (7/09/2020). Foto: istimewa.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Siswa-siswi SD dan SMP swasta dan negeri di Kabupaten Pasuruan akan segera mendapat kuota gratis selama 4 bulan.

Kabar menggembirakan ini disampaikan oleh Andri Wahyudi, wakil ketua DPRD, Rabu (9/09/2020). Politisi asal Pandaan ini mengatakan, sebelumnya, pada Senin (7/09/2020) lalu, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan salah satu provider dan pihak terkait.

Dalam pertemuan yang digelar di ruangannya itu, provider yang hadir sepakat untuk memberikan bantuan kuota kepada peserta didik SD – SMP.

Menurut Andry, bantuan tersebut akan segera diberikan dalam waktu dekat ini. Tinggal menunggu input data penerima bantuan.

“Jadi ini memang kerjasama antara dewan, Dinas Pendidikan dan salah satu provider untuk membantu siswa belajar secara daring tanpa khawatir kekurangan kuota. Dan ini gratis dari provider, dan tidak menggunakan anggaran APBD sama sekali,” tuturnya.

Kesepakatan ini merupakan inisiatifnya sebagai wakil ketua DPRD mencari jalan keluar terkait keterbatasan kuota saat pembelajaran daring.

Dia meminta pihak provider untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Pasuruan yang membutuhkan bantuan kuota gratis guna mendukung menyelenggarakan pendidikan daring.

“Pertemuan tadi masih perlu di follow-up oleh dinas dan pihak provider untuk memasukkan data siswa dari sekolah ke Dapodik, sehingga bantuan kuota bisa langsung diberikan kepada nomor siswa,” jelas politisi PDIP ini.

Mekanisme bantuan kepada siswa berupa kuota gratis untuk belajar selama 4 bulan, meskipun belum diketahui berapa jumlah kuota yang akan dibagikan.

Bantuan bagi siswa juga bisa berupa kartu perdana yang telah terisi kuota yang bisa langsung digunakan untuk pembelajaran. Sedangkan bantuan untuk sekolah, berupa akses zoom meeting tak terbatas waktu, dan akses jumlah peserta sampai 1000 orang.

“Ketika program ini sudah berhasil, tolong agar digunakan secara baik, untuk menunjang pembelajaran, jangan digunakan untuk game dan hal-hal lain yang tidak mendukung pembelajaran,” jelasnya. (trm/asd)