Wali Kota Probolinggo dan Gubernur Jatim Letakkan Batu Pertama RS Bertaraf Internasional

1282

Probolinggo (wartabromo.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, meletakkan batu pertama pembangunan rumah sakit baru pada Senin, 28 September 2020. Rumah sakit ini, diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan bertaraf internasional.

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dan HM. Soufis Subri (Handal Brilian) memenuhi janji politiknya. Yakni dengan membangun rumah sakit baru ini di wilayah selatan Kota Probolinggo. Dibangun di lahan seluas 5 hektare di Jalan Prof. Hamka Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok dengan biaya Rp13,7 miliar.

Peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Didampingi oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dan HM. Soufis Subri. Juga Karo Rena Polda Jatim, Kombes Pol Revindo dan Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Irwan Subekti, serta Forkompimda Kota Probolinggo.

“Pembangunan rumah sakit ini, seiring dengan perubahan rencana kerja pemerintah (RKP) pusat, provinsi maupun Kota Probolinggo. Pembangunan ini pun bukan semata-mata untuk penanganan Covid-19, tapi karena memang derajat kesejahteraan kesehatan itu sangat penting untuk masyarakat kita,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa seusai acara.

Lokasi rumah sakit baru itu, sangat strategis. Karena merupakan jalur lingkar selatan Kota Probolinggo. Juga dekat dengan kawasan wisata internasional, Bromo Tengger Semeru (BTS). Sehingga bisa diakses dari manapun.

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengaku sangat bersyukur pembangunan rumah sakit baru ini bisa terealisasi di tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota HMS. Subri. Rumah sakit ini, merupakan salah satu janji politik pasangan religius-nasional itu.

“Yang paling penting, dengan berlangsungnya peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit baru ini, janji kami berdua pada masyarakat Kota Probolinggo, terpenuhi,” ujarnya diamini oleh HM. Soufis Subri.

Untuk pengembangan, Wali Kota Probolinggo berharap ada sinkronisasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Baik kelengkapan infrastruktur, fasilitas alat kesehatan, dan tenaga kesehatan. Sebab, rumah sakit baru itu, direncanakan menjadi rumah sakit tipe B pendidikan. Serta rumah sakit rujukan bagi warga di daerah tapal kuda.

“Semoga sesuai target, akhir 2022 sudah selesai pembangunan infrastruktur, sehingga pada 2023 sudah bisa beroperasi. Target kami, rumah sakit ini dijadikan rumah sakit rujukan dan pendidikan,” harap politisi PKB itu. (lai/**)