Menkopolhukam Temui Ulama se Tapal Kuda, Ada Apa?

2020

Probolinggo (wartabromo.com) – Mahfud MD mengumpulkan ulama se Tapal Kuda, di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Kabupaten Probolinggo, Sabtu 3 Oktober 2020. Dalam kesempatan tersebut, menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo ini, menyampaikan betapa pentingnya penanganan covid19.

Mahfud menyebut masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini masih masa pandemi covid19. “Jadi covid19 ini benar ada. Bukan guyonan. Cara menanggulanginya, hanya ada dua. Pencegahan dan pengobatan,” kata pria asal Madura ini.

Ia menceritakan, sejauh ini tingkat kepercayaan masyarakat pada pandemi covid19, makin menipis. Di Jakarta, 30 persen masyarakat mengaku tidak percaya pada pandemi ini. Sedangkan skala nasional, 17 persen masyarakat Indonesia tidak percaya pandemi covid19.

Baca Juga :   PDP Corona asal Lumajang Meninggal Dunia, hingga Saran WHO Agar Tak Mudah Tertular Covid-19 | Koran Online 21 Maret

“Akibatnya apa, di Jakarta penderita makin melonjak. Skala nasional pun jatuh korban ribuan orang. Ini masalah serius yang harus kita hadapi, bukan saatnya menganggap enteng pandemi covid19 ini,” imbuhnya.

Ulama, habaib, dan Nyai pengasuh ponpes, kata Mahfud, memiliki peran penting. Pihak yang disebutnya itu dapat berperan menegaskan, mengedukasi, dan mengajak masyarakat untuk taat dan patuh protokol kesehatan, yang meliputi pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak tersebut.

“Covid19 ini tidak mengenal agama. Tidak mengenal partai, tidak mengenal siapa. Maka dari itu mari kita semua bahu membahu, melakukan pencegahan, dari pada harus mengobati,” kata Mahfud.

Bahkan, masih menurut Mahfud, Presiden Amerika yang semula tidak percaya covid19, kini harus menjalani isolasi. Donald Thrump dan sang istri, dinyatakan positif covid19, beberapa hari lalu.

Baca Juga :   Uang Rp500 Juta Juragan Bangunan Digondol Perampok Bertopeng

Sebagai dukungan untuk penegakan disiplin protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Probolinggo, Menkopolhukam, siang itu, memberikan sekitar 3 ribu unit masker. Diterima langsung oleh Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari.

Selain dihadiri ulama dari Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi, kedatangan Menkopolhukam di Pendopo Bupati Probolinggo juga dihadiri Forkopimda Probolinggo raya. (lai/saw)