Habis Subuh, Ngopi Bareng Warga di Warung ‘Legendaris’ Cak Dul

1935

Pasuruan (Wartabromo.com)- Warga Kota Pasuruan masih lekat dengan tradisi ngopi. Kebiasaan ini masih terasa ketika pagi hari. Bahkan, ada ungkapan yang bilang, “lebih baik belum sarapan, ketimbang belum ngopi”.

Tradisi ngopi pagi hari ini pula yang terlihat di seputaran pasar Poncol, alun-alun atau di kanan-kiri Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan. Hampir setiap pagi, para warga terlihat cangkruk sejenak di warung-warung kopi. Banyak juga terlihat para jemaah sehabis salat subuh. Sekadar sarapan nasi bungkus, makan ketan, dan nyeruput kopi di pagi hari. “Hemmm…nyaman rasanya ngopi di sini,” ujar Mubin, salah satu warga.

KASIH MASKER: Sebelum ngopi, Adi Wibowo memberikan masker kepada pedagang kacang rebus yang ia jumpai. Pemberian masker juga dilakukan kepada tukang becak, pemulung, pemungut sampah, tukang parkir, jamaah Subuhan dan warga yang ia temui.

Tradisi ngopi pagi inilah yang juga ditangkap Adi Wibowo sebagai momentum. Kebetulan Calon Wakil Wali Kota ini juga suka ngopi dan cangkruan. Kesan formal ia tanggalkan. Busana yang dipakai pun ala santri. Mengenakan baju putih, bersarung, lalu kopiah hitam dan memakai sandal. Sehabis salat subuh berjemaah pada Selasa (6/10), ia bersama timnya keliling ke pasar Poncol.

Baca Juga :   Tak Puas Hasil Pilkades, Sepeda Motor Pendukung Dibakar
DI TAMBAAN: Adi Wibowo menjelaskan konsep Kota Madinah saat menjumpai warga di Kelurahan Tambaan Kecamatan Panggungrejo.

Duduk dari warung ke warung, Adi bersama tim membagi masker dan hand sanitizer kepada tukang becak, pemulung, dan warga lain yang ditemui. Terakhir, ia bersama tim dan warga lain menuju warung kopi “legendaris” Cak Dul. Dikatakan legendaris, karena Cak Dul sudah berjualan kopi di seputaran masjid selama 38 tahun.

“Saya buka warung kopi di sini sejak 1982,” ujar pemilik kopi bernama asli Abdul Ghoni (65) ini.

PAKAI MASKER, BRO: Adi Wibowo tidak hanya memberikan, tetapi memakaikan masker kepada salah satu pemuda yang ia temui di pasar Karangketug, tadi pagi.

Dibantu sang istri, Misriati (57) dan anak-anaknya, warung kopi Cak Dul kerap menjadi jujukan pejabat. Mulai dari Bupati (alm) Jusbakir Aldjufri, Wali Kota (alm) H Hasani, (alm) Adjie Masaid, dan juga Gus Ipul saat pencalonan bersama Soekarwo pada periode kedua dulu. “Saya masih ingat dulu, ada Adje Masaid juga Gus Ipul ke sini. Fotonya juga masih ada,” kesannya sambil tersenyum bangga.