Mas Adi: Pemimpin Harus Luruskan Niat, Punya Visi yang Kuat

946
HARUS BERSATU: Adi Wibowo menyampaikan konsep membangun Kota Pasuruan secara gamblang.

Pasuruan (Wartabromo.com) – Upaya untuk membangun Kota Pasuruan perlu dimulai dengan konsep yang kuat. Setelah Gus Ipul memaparkan tagline Pasuruan menuju Kota Madinah dan konsep Smart City, kini Adi Wibowo menawarakan konsep yang lebih rinci.

Konsep itu ia sampaikan saat temu warga di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kamis (8/10) kemarin. Menurutnya, untuk menjadi pemimpin disamping meluruskan niat, juga harus memiliki visi yang kuat.

PROKES KETAT: Setiap melakukan kunjungan ke warga, Mas Adi menerapkan prokes yang ketat. Seperti mengukur suhu tubuh dilakukan saat bertemu warga Kelurahan Pukencen, Panggungrejo.

“Minimal dua hal itu yang harus dimiliki pemimpin saat ini. Luruskan niat dan punya visi yang kuat. Karenaitu yang akan menjaganya saat memimpin nanti,” ujarnya mengawali pembicaraan saat berada di rumah Fajar, tokoh masyarakat setempat.

Konsep pertama yang mau ditawarkan saat ini adalah merevitalisasi Alun-Alun dan Masjid Jamik. Alumnus UI ini berharap membangun kota santri yang bersinergi ekonomi perlu diciptakan. Misalnya, usai berziarah ke makam Romo Kiai Hamid, peziarah bisa menikmati kuliner khas pasuruan. Kemudian membawa oleh-oleh atau souvenir UMKM. Bisa dibangun pujasera. Lalu yang UMKM seperti batik, kerajinan tangan (handycraft) yang jadi ciri khas Pasuruan ditampilkan. Mungkin cukup etalasenya atau display saja.

SENI MUSIK: Adi Wibowo mencoba alat musik Chalty yang berada di kelurahan Mayangan.

Sementara untuk pesanan besar bisa diarahkan ke pengerajin langsung.
“Ibu-ibu yang selama ini membuat produk olahan berupa makanan, kue jadi punya pasar sendiri. Ini bisa menggairahkan produk rumah tangga. Ekonomi masyarakat meningkat. Dan lapangan pekerjaan bisa bertambah. Setuju nopo mboten, bapak-ibu?” tanya yang langsung disambut koor kata setuju dari yang hadir.

DI LAPANGAN BULU TANGKIS: Adi Wibowo menyapa komunitas olahraga Bulu Tangkis yg tergabung dalam Club Bintang Terang di lapangan badminton Kelurahan Kampyangan Kota Pasuruan.

Kedua, soal revitalisasi pelabuhan. Dalam sejarahnya, Kota Pasuruan pernah menjadi pusat bisnis dan perdagangan. Pelabuhannya bisa menghubungkan pulau Jawa, Madura, dan Bali. Dulu, kapal besar bisa bersadar di pelabuhan Pasuruan. Namun karena terus terkena abrasi, sehingga kapal besar memilih bersandar ke Probolinggo. Padahal, kapal besar atau kapal pesiar luar negeri yang ingin ke wisata Gunung Bromo ingin bersandar ke Pasuruan.

“Sehingga perlunya revitalisasi ini ingin mengembalikan lagi fungsi pelabuhan sebagai bisnis dan perdagangan. Tentu ini tidak bisa dilakukan pemerintah kota saja. Tapi ada kewenangan Propinsi dan pemerintah pusat,” tegasnya.

CEK LOGAM: Adi Wibowo mencoba mengecor unit logam bersama pengerajin. Ke depan, jika diberi amanah warga, bersama Gus Ipul, dia akan membentuk BUMD untuk industri kecil.

Selain itu, konsep ketiga, bersama Gus Ipul, Adi ingin mempercepat pembangunan JLU. Jalan Lingkar Utara ini akan memudahkan konektivitas transportasi ke pelabuhan dan membangkitkan ekonomi. Namun sampai sekarang JLU masih terkendala soal pembebasan lahan. Jika nanti dipercaya warga Kota Pasuruan, pihaknya ingin ada komunikasi  dengan pihak provinsi dan pusat.

“Dan ini modalnya kuat. Gus Ipul pernah menjadi Wakil gubernur. Ini tentu bisa memudahkan kita semua. Saya juga punya akses pusat. Sehingga bisa sinergi dengan pusat dan provisi. Pemimpin hari ini harus punya akses dan jaringan dengan pusat. Makanya kalau kita lihat Banyuwangi lompatannya luar biasa. Karena bupatinya punya akses ke pusat. Sehingga mudah melakukan komunikasi pusat, provinsi dan daerah,” tegasnya.

Revitalisasi pelabuhan, lanjut Adi, juga akan diperluas dengan sarana prasarana lain. Ada jogging track, sarana olahraga, wisata mangrove dan wisata kuliner. Sehingga pelabuhan bukan hanya menjadi pusat bisnis dan perdagangan. Namun juga wisata keluarga yang asyik.

Adi pun menyinggung konsep keempat. Yakni tentang pelayanan dasar masyarakat dalam sector pendidikan dan kesehatan. Pendidikan mernurutnya sudah menjadi kebutuhan primer untuk anak-anak Karena menyangkut investasi sumber daya manusia.

Apalagi alokasi Pendidikan sudah ditetapkan sebesar 20 persen. Sehingga ke depan, jangan lagi ada sekolah yang ambruk. Jjangan sampai ada siswa yang menjadi korban ambruknya plafon gedung sekolah.

“Juga kualitas gurunya harus ditingkatkan. Kalau anaknya pengen pinter, kualitas gurunya harus ditingkatkan. Anak-anak yang berprestasi harus diapresiasi. Kalau perlu diberi beasiswa sampai Universitas,” tuturnya.

Untuk kesehatan, Adi berharap fasilitas kesehatan bisa disiapkan maksimal. Rumah sakit jadi salah satu sumber PAD. Namun pelayanan harus nomor satu. “Kita perlu revitalisai rumah sakit kita. Juga puskesmas-puskesmasnya. Ke depan kalua perlu ada pembentukan poliklinik -poliklinik yang mendekatkan mayararakat. Tentu sesuai kebutuhan bisa kita fasilitasi,” cetusya.

Selanjutnya soal pengrajin industri kecil seperti mebel atau logam. Adi punya konsep akan membangun BUMD. BUMD ini bisa menjadi bapak asuh untuk sektor industri UMKM. Sehingga, bisa menjadi alternatif solusi dari kondisi yang selama ini dialami pengerajin.

Mulai dari ketersediaan bahan baku, permodalan, aspek legalitasnya sampai pada aspek pemasarannya. “Ini komitmen kami kepada sektor UMKM atau industri kecil. Sehingga, mereka benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Adi juga menginginkan Kota Pasuruan yang indah. Penataan kota itu bukan hanya fisik. Melainkan juga kebersihan dan konektivitasnya. Perlu dibangun sarprasnya. Ruang terbuka hijau (RTH). Fasilitas olahraganya juga. Karena prestasi atlet Kota juga banyak yang mencapai tingkat nasional.

“Hari ini kita didukung mayoritas partai. Kekuatan politik di DPRD sangat penting. Maka perencanaan anggaran bisa matching atau sambung. Antara keinginan masyarakat dengan pemerintah,” tegasnya.

Jika kondisi ekonomi warga sudah maju, kotanya juga indah, maka endingnya diharapkan harmoni warganya. Spirit seperti membangun Kota Madinah. Bagaimana membangun masyarakat yang plural, majemuk, dan heterogen.

“Kota Pasuruan pun demikian. Realitasnya kita plural. Makanya kita perlu bersatu membangun atau merawat pluralisme, menegakkan keadilan  dan meneguhkan peradaban. Pemerintahnya menjalankan visi-misinya. Masyarakatnya hidup secara harmoni,” tutupnya.

BERIKUT POIN-POIN YANG BAKAL MENJADI VISI-MISI GUS IPUL-MAS ADI

  1. Revitalisasi Alun-Alun dan Masjid Jamik.
  2. Revitalisasi Pelabuhan
    Mempercepat Pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU).
  3. Pelayanan Dasar Masyarakat untuk Sektor Pendidikan dan Kesehatan.
  4. Membentuk BUMD untuk sektor Industri kecil seperti logam, mebel dan yang lain.
  5. Mempercantik Kota dan Site Plant Tata Kota yang Indah.
    Harmoni Warganya dengan merawat Pluralisme,
  6. Menegakkan Keadilan dan Meneguhkan Peradaban.

(day.*)