Enam Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Alami Penurunan Penduduk, Ada Apa?

956
Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo saat menghadiri panen raya di Nguling.

 

Pasuruan (Wartabromo.com) – Jumlah penduduk Kabupaten Pasuruan tercatat sebanyak 1.592.078 orang pada 2019. Angka tersebut meningkat 0, 61 persen bila dibanding tahun sebelnya.

Secara umum, dari 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan mengalami kenaikan dari tahun 2018-2019. Akan tetapi ada 6 kecamatan yang laju pertumbuhan penduduknya minus alias menurun.

Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Puspo, Tosari, Lumbang, Rembang, Winongan, dan Nguling.

Penurunan penduduk tertinggi terjadi pada Kecamatan Nguling, yang hampir 2 persen. Tepatnya, 1,86 persen. Sedangkan terendah dialami oleh Kecamatan Rembang sebesar 0,12 persen (lihat infografis).

Berdasar data Kabupaten Pasuruan dalam Angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) setempat tahun 2020, jumlah penduduk Kecamatan Nguling 18.454, sedangkan Kecamatan Rembang 86.380.

Heru Fitrianto, Kasi IPDS Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan, penurunan jumlah penduduk di 6 kecamatan tersebut pada tahun 2018-2019 disebabkan oleh beberapa kemungkinan, diantaranya karena kematian dan perpindahan penduduk.

“Ada beberapa kemungkinan, bisa jadi karena luputnya pencatatan, misal jumlah kelahiran di Kecamatan Nguling banyak yang tidak tercatat oleh karena biasanya masyarakat mencatatkan kelahiran pada saat mau masuk sekolah, kan butuh akte,” terangnya saat ditemui wartabromo di kantor BPS Kabupaten Pasuruan (16/10/2020).

Ia belum bisa memastikan lebih detail terkait alasan dibalik laju pertumbuhan penduduk di 6 kecamatan tersebut minus. Menurutnya, perlu pencocokan data dengan survei terbaru yang dilakukan oleh BPS Nasional akhir september lalu.

“Tapi untuk sementara, temuan ini menarik, perlu diperdalam lebih lanjut, kita akan menunggu data baru masuk, dan akan kita proses akhir oktober sampai november,” tambahnya.

Diketahui, dalam publikasi tersebut, jumlah penduduk Kecamatan Nguling sebesar 18.454; Winongan 61.462;,Rembang 86.380; Lumbang 50.778; Tosari 34.754 dan Puspo 26.851.

Heri juga menyebut, laju pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh jumlah kelahiran-kematian dan perpindahan penduduk.

Perpindahan penduduk ini juga banyak sebabnya, Ia mengaku dalam hal ini perlu memperdalam sekaligus menunggu penyesuaian dan pembaharuan data.

“Disebut perpindahan penduduk karena ditinggalkan penduduknya. Sebab dari perpindahan itu yang perlu ditelusuri lebih lanjut, saya belum bisa memastikan juga, menunggu data terbaru ya,” terangnya. (oel/asd)